Politik

Festival Literasi Using Banyuwangi 2026: Pelestarian Bahasa Lokal

Bagikan:
Siswa tampil di Festival Literasi Using di Lapangan Taman Blambangan Banyuwangi

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using pada Sabtu (5/9/2026) pagi di area creative space Lapangan Taman Blambangan. Acara ini mempertemukan ratusan siswa SD dan SMP dari 25 kecamatan untuk berlomba dalam berbagai cabang, dengan tujuan menjaga dan melestarikan Bahasa Using sebagai identitas budaya lokal.

Rangkaian lomba dan peserta

Festival menampilkan sembilan jenis lomba yang dirancang mengasah kemampuan literasi berbahasa Using. Peserta tampil di hadapan penonton dan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang hadir memberikan dukungan langsung.

  • Geguritan (puisi Using)
  • Ngewer (komedi tinggal)
  • Nulis cerita Using
  • Nulis aksara Using
  • Mendongeng
  • Menyanyi lagu Using
  • Pidato bahasa Using
  • Memengan (sandiwara)
  • Mocoan lontar (khusus kategori SMP)

Jumlah peserta tercatat mencapai ratusan. Mereka berasal dari seluruh wilayah Banyuwangi dan terbagi menurut jenjang sekolah.

Jenjang Jumlah Peserta
SD 259
SMP 170

Pesan kepala daerah dan tujuan festival

Bupati Ipuk menegaskan bahwa festival bukan sekadar ajang seni, melainkan upaya sistematis melindungi identitas daerah. Ia mendorong anak-anak belajar teknologi sekaligus bangga pada bahasa dan budaya lokal.

"Ajang ini adalah cara kami memfasilitasi anak-anak Banyuwangi agar tidak hanya cakap dalam literasi pada umumnya, namun juga bisa mengangkat budaya lokal, yakni Bahasa Using,"

"Anak-anak silahkan kalian belajar teknologi, silakan baca apapun yang kalian ingin pelajari, namun jangan pernah meninggalkan identitas daerah. Budaya Using tidak boleh tergusur oleh perkembangan zaman,"

Pembelajaran literasi dan berpikir kritis

Selain mempertajam keterampilan berbahasa, festival juga diarahkan membentuk kemampuan berpikir kritis. Menurut Ipuk, proses belajar, membaca, dan memahami teks membuat peserta mampu menyampaikan pesan yang lebih tepat dan terstruktur.

Kompetisi dilaksanakan tidak hanya di area creative space, tetapi juga di gedung SDN 1 Kepatihan. Penyelenggara menargetkan juara dari masing-masing lomba akan mewakili Banyuwangi ke tingkat provinsi dan nasional.

"Juara satu dari masing-masing lomba nantinya akan kita kirim untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat provinsi dan nasional,"

Hiburan dan tradisi lokal

Selain lomba, acara dimeriahkan oleh tampilan budaya Using. Penonton menyaksikan iringan lagu-lagu Using dan prosesi kupat luar saat pembukaan, yang menegaskan unsur tradisi dalam festival.

Dengan kombinasi kompetisi, pembelajaran, dan pagelaran budaya, Pemkab berharap generasi muda Banyuwangi tetap memegang teguh Bahasa Using sebagai kekuatan lokal di tengah keberagaman.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait