Utang Luar Negeri Indonesia April 2026 Naik 1,9% ke USD439,8 miliar
Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per April 2026 sebesar USD 439,8 miliar atau setara Rp 7.788,42 triliun (kurs Rp17.709 per USD). Jumlah itu tumbuh 1,9 persen secara tahunan dibanding April tahun lalu, didorong peningkatan ULN sektor publik meski ULN swasta mengalami kontraksi.
Ringkasan angka dan tren
Pertumbuhan ULN April 2026 sebesar 1,9 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 yang tercatat 1 persen. ULN pemerintah tumbuh, sementara ULN swasta tertekan.
- Total ULN: USD 439,8 miliar (Rp 7.788,42 triliun)
- ULN Pemerintah: USD 216,4 miliar, tumbuh 3,7 persen secara tahunan
- ULN Swasta: USD 193,2 miliar, terkontraksi 0,7 persen secara tahunan
- Rasio ULN terhadap PDB: stabil di 29,6 persen
Komposisi dan penyebab perubahan
Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan ULN pada April terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik. Di sisi lain, ULN swasta mencatat kontraksi yang lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya.
Perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh posisi pinjaman luar negeri yang tumbuh melambat. Sementara itu, aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara tetap mencatatkan net inflow
Aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan membantu menahan tekanan pada pembiayaan pemerintah.
Detail ULN pemerintah dan swasta
ULN pemerintah mencapai USD 216,4 miliar dan tumbuh 3,7 persen secara tahunan, sedikit melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang 3,8 persen. Pemerintah memanfaatkan pinjaman luar negeri untuk mendanai layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, serta jaminan sosial wajib.
Sementara itu, ULN swasta tercatat USD 193,2 miliar dan terkontraksi 0,7 persen year-on-year. Kontraksi ini terutama dipicu oleh kelompok peminjam dari lembaga keuangan yang menyusut sekitar 5 persen pada April 2026, meski tekanan ini mulai mereda dibandingkan Maret yang mencatat kontraksi 6,3 persen.
Sektor penyumbang ULN swasta
ULN swasta terbesar berasal dari sektor pengolahan industri, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 79,6 persen dari total ULN swasta.
Dengan demikian, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto pada April 2026 stabil sebesar 29,6 persen. ULN didominasi oleh ULN Jangka Panjang dengan porsi mencapai 84,5 persen dari total ULN
Implikasi dan kebijakan BI
Bank Indonesia menyatakan akan terus mengoptimalisasi pemanfaatan ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah ini dilakukan sembari meminimalkan risiko yang berpotensi menggangu stabilitas makro.
Pemantauan terhadap arus modal asing dan komposisi pinjaman akan menjadi fokus untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan dan stabilitas ekonomi ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Desa Bugisan Kembangkan Wisata Budaya, Pendapatan Naik 56%
Desa Bugisan, Klaten, tingkatkan pendapatan wisata 56,3% jadi Rp767 juta lewat pengembangan seni, UMKM, dan...
DSI Dinilai Efektif Tekan Under Invoicing, Cakupan Diperluas
DSI dinilai efektif menekan under invoicing pada ekspor; pengawasan kini mencakup batu bara, sawit, dan ferr...
Promo Whoosh HUT ke-81: Tiket Mulai Rp8.800, Diskon hingga Rp200.000
KCIC tawarkan tiket Whoosh mulai Rp8.800 (7-17 Agustus 2026) dan potongan hingga Rp200.000 lewat Traveloka;...
CRESTA: Hunian Tepi Danau dengan Cicilan Mulai Rp3 Juta-an
Damai Putra Group luncurkan CRESTA, hunian tepi danau di Kota Harapan Indah dengan cicilan mulai Rp3 juta-an...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000, Jadi Rp2,675 Juta/gram
Harga emas Antam naik Rp11.000 per gram pada 15 Agustus 2026, menjadi Rp2.675.000/gram; berikut daftar harga...
OJK Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Kurangi Pengawasan
OJK menegaskan demutualisasi BEI tidak mengurangi kewenangan pengawasan dan RPOJK ditargetkan efektif kuarta...