Usman Hasibuan Wafat: Dari Guru Ngaji hingga Anggota DPRD Sumut
MEDAN, Sumatera Utara — Drs. Usman Hasibuan, S.Ag., wafat pada Jumat, 29 Mei 2026, setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Kepergian pria kelahiran Ujung Batu Jae itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai pendidik, aktivis, dan wakil rakyat.
Karier politik dan pelantikan di DPRD Sumut
Usman masuk DPRD Sumatera Utara melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW), menggantikan almarhum Porkas Lelo Harahap. Pelantikan berlangsung dalam rapat paripurna istimewa, saat mana Usman menunjukkan sikap tenang dan bersahaja.
Ia menerima jabatan sebagai amanah, bukan ajang prestise. Selama masa tugasnya, Usman memposisikan diri sebagai wakil yang ingin membawa manfaat nyata bagi konstituen di daerah pemilihan Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Padangsidimpuan.
Latar belakang pendidikan dan akar keagamaan
Usman lahir pada 5 Juli 1973 dan tumbuh dalam lingkungan religius di Ujung Batu Jae. Ia menempuh pendidikan di MIN, MTsN, dan MAN, lalu meraih gelar Sarjana Agama dari IAIN Medan (kini UIN Sumut).
Kecintaannya pada dakwah membawa Usman menjadi guru ngaji yang mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur'an serta menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini. Kedekatan itu kemudian menjadi fondasi hubungan sosialnya dengan masyarakat.
Aktivisme mahasiswa dan peran di PAN
Semangat kepemimpinan Usman muncul sejak masa kuliah. Ia menjabat Ketua Umum Senat Mahasiswa periode 1995–1997 dan pernah menjadi Sekretaris Umum HMI Cabang Medan periode 1995–1996.
Setelah lulus, Usman terlibat aktif di Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara sejak 1998. Ia meniti karier dari tingkat departemen hingga menjadi Wakil Sekretaris DPW PAN Sumut.
Penggerak ekonomi kerakyatan
Selain politik, Usman konsisten mengupayakan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi. Jabatan terakhirnya adalah Ketua Koperasi Barumun Agro Nusantara (BAN), yang fokus pada pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi berbasis pertanian.
Bagi Usman, kebijakan harus disertai kerja nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga.
Sikap hidup, keluarga, dan kenangan
Rekan dan keluarga mengenang Usman sebagai sosok rendah hati dan mudah bergaul. Di balik aktivitas publiknya, ia adalah suami bagi Marhayani, S.Ag., dan ayah dari lima putri.
"Semuanya biasa saja, tidak ada yang istimewa. Biarkan berjalan seperti air mengalir. Kita ikuti saja sesuai rencana dan keputusan Tuhan," ujar Usman dalam sebuah kesempatan.
"Jabatan ini murni amanah dari Tuhan, tentu harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Jika jabatan tidak membawa manfaat bagi orang lain, maka itu pertanda gagal menjalankan amanah," tambahnya.
Pelayatan, doa, dan warisan
Ratusan hingga lebih dari seribu pelayat memadati Kompleks The Piazza Residence, Medan, pada malam takziah ketiga, meski hujan turun. Tokoh masyarakat, ulama, politisi, aktivis, dan warga biasa datang memberi penghormatan terakhir.
Jejak Usman tak hanya terletak pada jabatan yang pernah diembannya, melainkan pada pengabdian yang dimulai dari surau dan ruang pendidikan umat, lalu berkembang ke ranah organisasi, politik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selamat jalan, Usman Hasibuan. Semoga amal dan pengabdiannya menjadi pahala jariah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Berita Terkait
Banda Aceh Dukung Sosialisasi P3SPS Aceh demi Ruang Digital Sehat
Pemko Banda Aceh mendukung sosialisasi P3SPS Aceh untuk memperluas pengawasan penyiaran termasuk konten inte...
Polsek Gunung Malela Tangkap Pelaku Pencurian di Rumah Dinas Guru
Polsek Gunung Malela menangkap MI (30) terkait pencurian di rumah dinas guru SD di Simalungun. Penangkapan b...
Bupati Hadiri Peluncuran Buku 'Polda Aceh Meutuah' di Banda Aceh
Bupati Aceh Besar hadir pada peluncuran buku 'Polda Aceh Meutuah' di Banda Aceh; buku merekam visi Kapolda t...
Polresta Deliserdang Tangkap 277 Pelaku Narkoba dalam 5 Bulan
Polresta Deliserdang menangkap 277 pelaku narkoba dari 230 kasus Jan–Mei 2026, dengan barang bukti sabu 90,8...
Polres Humbahas Ungkap 5 Kasus Narkoba, 9 Tersangka Ditangkap
Polres Humbahas ungkap 5 kasus narkoba selama Operasi Antik Toba (13 Mei–2 Juni 2026), menangkap 9 tersangka...
Kejari Medan Dakwa 3 WNA Sri Lanka dalam Kasus Penyelundupan ke Reunion
Kejari Medan mendakwa tiga WNA Sri Lanka atas dugaan penyelundupan manusia ke Pulau Reunion; sidang dilanjut...