UNY Panggil Empat Pelaku Pemalsuan Riset, Mendiktisaintek Angkat Bicara
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan memanggil empat alumni yang diduga melakukan pemalsuan riset dalam konferensi internasional. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangan resmi, Rabu, 3 Juni 2026. Langkah pemanggilan dilakukan untuk memastikan kronologi dan detail pelanggaran.
Pemanggilan dan validasi identitas
Mendiktisaintek menyatakan keempat pelaku menempuh pendidikan sarjana di institusi yang sama dan kemudian melanjutkan S2 di berbagai kampus. Informasi latar belakang pendidikan para pelaku telah divalidasi.
Meskipun menempuh pendidikan sarjana di universitas yang sama. Para pelaku diketahui melanjutkan studi magister (S2) di kampus yang berbeda-beda
UNY telah melakukan pemanggilan terhadap empat orang terduga dan menggelar wawancara untuk menggali motif serta proses tindakan yang diduga melanggar integritas akademik.
Afiliasi riset yang dipertanyakan
Pemeriksaan awal menemukan bahwa pada publikasi atau presentasi, pelaku mencantumkan afiliasi yang tidak ada di UNY. Nama yang digunakan adalah Department of Liver Transplant Surgery, Computational Biology and Medicine Laboratory, Yogyakarta State University.
UNY menegaskan bahwa departemen tersebut tidak terdaftar baik di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam maupun di Fakultas Kedokteran. Dengan demikian, afiliasi yang tercantum dinilai palsu atau menyesatkan.
Respons kampus dan pemerintah
Guna mendalami kasus, Mendiktisaintek membentuk tim khusus yang bekerja sama dengan pihak UNY. Tim bertugas memverifikasi bukti, merekonstruksi kronologi, dan menilai tingkat pelanggaran terhadap kode etik penelitian.
- UNY memanggil dan mewawancarai empat terduga.
- Pemerintah membentuk tim verifikasi bersama kampus.
- Penelusuran difokuskan pada afiliasi dan data penelitian yang dipresentasikan.
Masalah ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, melainkan sudah menyentuh aspek integritas seorang akademisi
Wakil Rektor UNY bidang Akademik, Prof Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, menegaskan tindakan ini bersifat individu dan tidak mewakili institusi.
Tindakan 4 alumni tersebut bersifat individu dan tidak ada kaitannya dengan UNY karena mereka bukan dosen, atau tendik
Dampak dan tindak lanjut
Kasus ini menjadi perhatian karena berpotensi mencoreng reputasi akademik institusi Indonesia di forum internasional. Pemeriksaan berlanjut untuk menentukan apakah ada pelanggaran etik yang berujung sanksi akademik atau administratif, serta untuk memperkuat mekanisme verifikasi afiliasi pada publikasi ilmiah.
Ke depan, hasil pemeriksaan diharapkan menjadi dasar langkah pencegahan agar integritas penelitian lebih terjaga dan penggunaan afiliasi institusi pada publikasi dapat diverifikasi lebih ketat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...