Gaya Hidup

Sekolah Kunci Pelestarian Budaya Indonesia

Bagikan:

Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) menegaskan sekolah harus menjadi titik awal pelestarian warisan budaya. Pernyataan disampaikan Ketua Umum DPP KSBN Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji pada Rabu, 10 Juni 2026, di Jakarta. KSBN menilai pendidikan budaya sejak usia dini penting untuk menjaga nilai luhur bangsa di tengah perubahan zaman.

Kerja sama dengan kementerian dan program edukasi

Hendardji menyebut KSBN telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Kemendikdasmen. Kolaborasi itu diwujudkan lewat beragam program edukasi budaya yang menyasar jenjang pendidikan dasar.

Menurutnya, sekolah adalah ruang strategis untuk menanamkan identitas nasional. Dengan demikian, pendidikan budaya perlu ditempatkan sebagai bagian terpadu dari kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler.

Lomba dongeng sebagai langkah pengenalan nilai

Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah lomba dongeng bagi siswa TK dan SD. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur melalui cerita tradisional yang mudah dicerna anak.

Program semacam ini juga dimaksudkan meningkatkan kemampuan berbahasa dan kecintaan terhadap warisan lokal. KSBN berharap lomba-lomba sederhana dapat menumbuhkan rasa bangga pada budaya daerah.

Pentingnya pelestarian berkelanjutan

Hendardji menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Ia mendorong agar upaya itu dilakukan secara berkelanjutan agar identitas nasional tetap terjaga di generasi mendatang.

"Kami mendorong nilai budaya masuk ke sekolah sejak usia dini. Pendidikan menjadi sarana penting menjaga warisan budaya bangsa."

Suara publik dan tantangan implementasi

Seorang pendengar dari Boyolali, Udin, mengingatkan pentingnya meningkatkan minat generasi muda terhadap budaya. Ia menyoroti kebutuhan pengenalan yang lebih konkret, seperti rumah adat dan senjata tradisional, agar pelajaran terasa nyata.

"Bagaimana meningkatkan antusias pelajar untuk mempelajari rumah adat dan budaya daerah"

Masalah implementasi di lapangan tetap menjadi tantangan. Kurikulum padat, sumber daya guru, dan akses ke materi budaya lokal menjadi beberapa kendala yang perlu diatasi.

Ke depan

KSBN dan mitra pemerintah diharapkan merancang program yang berkelanjutan dan mudah diadopsi sekolah. Jika dijalankan konsisten, integrasi pendidikan budaya di sekolah dapat memperkuat identitas nasional dan menjaga keberagaman warisan budaya Indonesia.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait