Kesehatan

BPOM Cegah Kelangkaan Obat Esensial di Tengah Kenaikan Biaya

Bagikan:

BPOM menyatakan pemerintah berupaya mencegah risiko kelangkaan obat esensial akibat kenaikan biaya produksi. Pernyataan itu disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar usai Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Pemerintah memberi dukungan kepada pelaku industri agar produksi tetap berjalan dan pasokan obat tersedia bagi masyarakat.

Koordinasi antarpemangku kepentingan

Taruna mengatakan BPOM aktif berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menangani persoalan ketersediaan obat nasional. Langkah koordinasi ini dimaksudkan untuk memastikan obat yang dibutuhkan masyarakat tetap diproduksi meski ada tekanan biaya.

Menurutnya, meskipun ada kebutuhan khusus dari BPJS, produksi obat harus dilanjutkan agar stok di fasilitas kesehatan tetap mencukupi. BPOM mendengarkan masukan dari berbagai pihak untuk mencari solusi bersama.

Keluhan industri dan penyebab tekanan biaya

Keluhan peningkatan biaya produksi mulai disampaikan industri sekitar dua bulan terakhir. Taruna menyebut kenaikan harga obat menjadi isu yang perlu dikendalikan agar produsen tidak menghentikan produksi.

Ia juga mengakui faktor eksternal turut memengaruhi kondisi tersebut, termasuk pelemahan rupiah dan dampak konflik internasional. Faktor-faktor ini memberi tekanan pada biaya bahan baku dan proses produksi.

Dukungan BPOM kepada hulu produksi

Untuk menjaga pasokan, BPOM fokus memberi dukungan di sisi hulu sehingga produsen obat tetap memproduksi. Dukungan ini bertujuan menjaga kesinambungan produksi hingga obat sampai ke masyarakat.

Taruna menegaskan perlunya memperhatikan kondisi di hilir agar distribusi dan ketersediaan obat di fasilitas layanan kesehatan tidak terganggu.

Pernyataan resmi

"Jadi Badan POM berusaha secara maksimal dan sampai sekarang pun kita dengar pendapat dari masyarakat. Kalau ada masyarakat yang ingin membantu, masukkan akan kita dengar,"

Dampak bagi masyarakat dan langkah selanjutnya

BPOM menempatkan ketersediaan obat sebagai prioritas untuk melindungi kepentingan publik. Dengan menjaga produksi berjalan dan mengendalikan harga, pemerintah berharap pasokan obat esensial tetap stabil.

Ke depan, BPOM bersama Kementerian Kesehatan dan pelaku industri akan terus memantau kondisi biaya produksi dan pasokan. Upaya kolaboratif dianggap penting untuk mencegah gangguan ketersediaan obat bagi seluruh lapisan masyarakat.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait