Menkes: Sektor Kesehatan Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Jakarta — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan sektor kesehatan berpotensi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional dan pencipta lapangan kerja. Pernyataan itu disampaikan saat Pembukaan Sosialisasi Ekonomi 2026 bersama BPS di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2026.
Sektor kesehatan tumbuh di atas rata-rata
Budi Gunadi menyoroti bahwa beberapa subsektor kesehatan tumbuh lebih cepat daripada rata-rata ekonomi nasional. Data yang disampaikan menunjukkan jasa kesehatan tumbuh sebesar 7,6 persen, farmasi 7,5 persen, dan industri alat kesehatan mencapai 12 persen.
Menurut Menkes, capaian ini membuka peluang besar agar sektor kesehatan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru jika dikelola dengan tepat.
"Kita harus mengerahkan waktu dan tenaga kita untuk mengejar sektor-sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata pertumbuhan negara, kalau negara kan pertumbuhannya 5,6. Kalau kita ngejar yang 3 dinaikin 4, ya gimana bisa capai angka 8,"
Target ekonomi 8 persen dan peran sektor kesehatan
Menkes menekankan pemerintah perlu mendorong sektor-sektor berpertumbuhan tinggi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi delapan persen yang dicanangkan Presiden. Dia menyampaikan, bila industri kesehatan dikembangkan secara serius, pencapaian target tersebut akan lebih mudah.
Langkah yang diusulkan meliputi penguatan investasi, insentif bagi ekspansi usaha, dan peningkatan kapasitas produksi lokal. Budi juga mengajak pelaku usaha kesehatan untuk aktif berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi.
Impak pada penyerapan tenaga kerja
Sektor kesehatan dipandang tidak hanya sebagai pendorong PDB tetapi juga penyerap tenaga kerja. Menkes menargetkan ekspansi industri kesehatan dapat membantu menyerap sekitar dua juta tenaga kerja per tahun, jika didukung kebijakan dan investasi yang tepat.
Data Sensus Ekonomi sebagai dasar kebijakan
Budi menyebutkan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan pengembangan industri kesehatan nasional. Data tersebut diharapkan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
"Data Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan industri kesehatan nasional lebih tepat,"
Dengan mengarahkan sumber daya pada subsektor yang menunjukkan pertumbuhan tinggi, pemerintah berharap dapat mempercepat target ekonomi nasional dan memperkuat kemandirian industri kesehatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
5 Tanaman Hias Penyejuk Rumah yang Mudah Dirawat
Lima tanaman hias indoor yang mudah dirawat ini dapat mempercantik dan menyejukkan rumah sekaligus membantu...
Teh Kaya Antioksidan: Peran Polifenol dan Katekin untuk Kesehatan
Teh mengandung antioksidan seperti polifenol dan katekin yang membantu menjaga kesehatan ketika dikonsumsi s...
Diabetes Tak Terdeteksi, Ancaman Diam bagi Masyarakat
Sekitar 73% penderita diabetes di Indonesia tidak menyadari kondisinya; 20 juta terjangkit dan angka diperki...
Pentingnya Sarapan Pagi: Manfaat untuk Energi dan Konsentrasi
Sarapan pagi memberi energi, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung metabolisme. Pilih menu seimbang untuk...
PCOS Resmi Berganti Nama Jadi PMOS: Kenali Gejala dan Penyebab
PCOS resmi berubah nama menjadi PMOS (12 Mei 2026). Ketahui gejala, penyebab, dan langkah pencegahan seperti...
Cuaca Buruk: 27.308 Balita di Bekasi Terserang Batuk 2026
Dinas Kesehatan Bekasi mencatat 27.308 balita terserang batuk sepanjang 2026; cuaca buruk dan infeksi menjad...