IHSG Melemah 1,91% ke 5.789,39 pada Penutupan Sesi I
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sebesar 1,91% ke level 5.789,39 pada penutupan perdagangan sesi I, Senin, 25 Mei 2026. Pergerakan ini terjadi setelah indeks sempat mencapai puncak intraday di 6.010,92 dan menyentuh titik terendah di 5.801,21.
Pergerakan pasar dan data transaksi
Perdagangan hingga jeda siang menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp 12,37 triliun. Volume perdagangan tercatat sebesar 21,7 miliar lembar saham. Dominasi saham yang turun terlihat jelas di pasar.
| Kondisi Saham | Jumlah |
|---|---|
| Saham turun (merah) | 496 |
| Saham naik (hijau) | 196 |
| Tidak berubah | 121 |
Proyeksi analis dan level teknikal
Analis memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dan melemah terbatas pada sesi perdagangan berikutnya. Dukungan teknikal dan level resistensi menjadi acuan sentimen pasar.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas. Dengan support dan resistance 5.740–6.100,"
— tim Pilarmas Investindo, Kamis, 11 Juni 2026.
Jika tekanan jual meningkat, khususnya pada saham perbankan besar dan saham berbasis komoditas, indeks berpotensi menargetkan area support terdekat di kisaran 5.850–5.870. Saat ini, investor cenderung melakukan aksi ambil untung setelah penguatan beberapa hari terakhir, sehingga pergerakan pasar lebih konsolidatif.
Pengaruh faktor eksternal
Sentimen global turut menekan pasar domestik. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian setelah laporan bahwa Presiden AS disebut mengancam opsi militer seiring lambatnya negosiasi dengan Teheran.
Di sisi ekonomi, perkembangan inflasi Amerika Serikat juga dipantau ketat. Inflasi inti AS pada Mei 2026 tercatat naik 0,2% secara bulanan, lebih rendah dari konsensus pasar yang sebesar 0,3%.
Gabungan tekanan geopolitik dan data ekonomi global menambah ketidakpastian. Investor akan terus mengamati kedua faktor tersebut menjelang pembukaan perdagangan sesi kedua dan data fundamental domestik berikutnya.
Berita Terkait
Rupiah Dibuka Melemah, Tertekan Geopolitik dan Inflasi AS
Rupiah dibuka melemah pada 11 Juni 2026 ke sekitar Rp17.963 per dolar, tertekan eskalasi geopolitik dan infl...
IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Berpeluang Uji Level 6.000
IHSG berpotensi lanjut menguat dan menguji level psikologis 6.000 meski terjadi net sell asing Rp3,13 triliu...
Harga Emas Galeri24 & UBS Turun Tajam 11 Juni 2026
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun tajam pada 11 Juni 2026 setelah tiga hari stabil, Galeri24 1g...
KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM Januari–Mei 2026
KAI menyalurkan 1,096,988 ton BBM selama Januari–Mei 2026, didukung koordinasi dengan Pertamina, BPH Migas,...
Pelanggan Kereta Panoramic KAI Naik 62,32% dalam 5 Bulan
Penumpang Kereta Panoramic KAI naik 62,32% menjadi 79.933 penumpang dalam lima bulan, sejalan dengan lonjaka...
KAI Targetkan Pendapatan Non-Angkutan Rp320 Miliar lewat Platform Digital
KAI luncurkan platform digital Space by KAI untuk optimalkan aset properti dan bidik pendapatan non-angkutan...