KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM Januari–Mei 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyalurkan 1.096.988 ton bahan bakar minyak (BBM) nasional selama periode Januari–Mei 2026. Penyaluran ini diumumkan dalam laporan kinerja angkutan barang yang dirilis Rabu, 10 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran rantai pasokan energi.
Volume angkutan BBM dan catatan tahunan
Angkutan BBM pada lima bulan pertama 2026 melengkapi capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, KAI tercatat mengangkut 2.655.780 ton energi minyak. Kolaborasi strategis dengan Pertamina Group disebut sebagai pilar utama layanan distribusi ini.
Koordinasi instansi dan dukungan teknis
KAI menyatakan koordinasi erat dengan BPH Migas dan SKK Migas untuk menjamin operasional angkutan BBM berjalan lancar. Dukungan teknis dan logistik juga diberikan oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk penyaluran bahan bakar bersubsidi dan non-subsidi.
Kuota dan realisasi BBM bersubsidi
Berdasarkan pemantauan per 5 Juni 2026, KAI memperoleh kuota subsidi sebesar 214.342.000 liter. Realisasi penggunaan tercatat 95.394.629 liter, atau sekitar 44,51 persen dari total alokasi. Sisa kuota tercatat 118.947.371 liter.
Penggunaan menurut sektor
Rinciannya menunjukkan pemanfaatan terbesar berasal dari operasional kereta api penumpang. Data penggunaan menurut sektor adalah sebagai berikut:
- Operasional kereta penumpang: 85.220.668 liter
- Layanan angkutan peti kemas: 7.254.124 liter
- Angkutan barang parcel: 1.541.672 liter
- Angkutan semen: 1.148.414 liter
- Sektor klinker: 229.751 liter
Kutipan manajemen
“Kereta api menjadi salah satu moda yang mendukung distribusi energi dalam jumlah besar secara terjadwal. Melalui kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak, KAI terus berupaya menjaga kelancaran pasokan BBM sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
“KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pertamina Group, BPH Migas, SKK Migas, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung ketahanan energi nasional,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Dampak operasional dan lingkungan
Kapasitas daya angkut kereta yang besar disebut membantu menstabilkan pasokan logistik nasional. Selain itu, pengiriman berbasis rel dinilai lebih efisien dan relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan pengiriman jalan raya.
Ke depan, KAI berencana memperkuat jaringan layanan dan koordinasi antar pemangku kepentingan untuk menjaga kontinuitas distribusi BBM dan mendukung mobilitas serta kegiatan ekonomi di berbagai daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kuliner Lotek Tetap Eksis di Tengah Tren Makanan Modern
Lotek tetap eksis di tengah kuliner modern karena cita rasa khas dan kandungan gizi dari sayuran segar yang...
Pokdarwis Muara Kantu Dorong UMKM dan Permainan Tradisional
Pokdarwis Muara Kantu di Sanggau mendorong UMKM dan melestarikan permainan tradisional, menarik sekitar 50 p...
Kontribusi Pajak KAI Group Capai Rp6,98 Triliun pada 2025
KAI Group menyetor Rp6,98 triliun pajak sepanjang 2025, naik 66% dari 2024; data dirilis 26 Juli 2026 dan me...
Pefindo: Penerbitan Surat Utang Korporasi Semester II 2026 Tetap Tinggi
Pefindo proyeksikan penerbitan surat utang korporasi H2 2026 mencapai Rp154–Rp196,86 triliun; kebutuhan refi...
Pelanggan Disabilitas KAI Naik 200,41% pada Semester I 2026
KAI melaporkan 2.953 pelanggan disabilitas memanfaatkan tarif reduksi 20% pada Jan–Jun 2026, naik 200,41% di...
Jadwal Kapal Roro Sabang-Banda Aceh 27 Juli 2026
Jadwal Kapal Roro Banda Aceh–Sabang 27 Juli 2026: KMP BRR dan KMP Aceh Hebat 2 beroperasi, perjalanan sekita...