Festival Gita Indonesia 2026 Gaungkan Semangat Kebangsaan
Festival Gita Indonesia 2026 menampilkan 10 finalis pada Grand Final yang digelar Kamis, 11 Juni 2026, di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI Jakarta. Ajang hasil kolaborasi RRI dan Pusaka Indonesia itu mengusung tema Merajut Keberagaman, Satukan Indonesia Melalui Nada dan Irama dan bertujuan menumbuhkan semangat kebangsaan lewat seni musik.
Grand Final dan peserta
Dari hampir 200 peserta berusia 16 hingga 25 tahun, terpilih 10 finalis terbaik yang mewakili berbagai daerah di Indonesia. Pada babak final, para peserta akan menampilkan kemampuan vokal dan membawakan lagu-lagu yang memuat pesan persatuan, kebhinekaan, dan cinta tanah air.
Pesan kebangsaan lewat musik
Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo menekankan perlunya pendekatan kreatif untuk menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. Ia mengingatkan tantangan era digital yang berpotensi mengikis nilai persatuan.
“Di tengah perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus globalisasi digital, kita menghadapi tantangan dan rintangan yang tidak ringan. Berbagai fenomena seperti penyebaran hoaks, intoleransi, dan menurunnya semangat kebangsaan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai persatuan harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa,”
Hendrasmo mengatakan festival ini diharapkan menjadi ruang yang relevan dengan kehidupan anak muda untuk menyebarkan nilai-nilai tersebut melalui karya musik.
Peran organisasi penyelenggara
Ketua Umum Pusaka Indonesia Setyo Hajar Dewantoro menegaskan bahwa seni dan musik efektif untuk memperkuat nilai Pancasila dan kecintaan terhadap negara. Penyelenggara berharap karya peserta dapat memperkuat identitas kebangsaan.
Kegiatan edukatif dan acara pendukung
Selain kompetisi vokal, Festival Gita Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif untuk masyarakat. Kegiatan tersebut dirancang agar pesan persatuan dapat tersampaikan lebih luas.
- Coaching Clinic bertema "Merawat Nilai Pancasila melalui Konten Digital"
- Demo penanaman pohon polibag
- Demo memilah sampah
- Demo meramu jamu nusantara
Festival juga menyelenggarakan Talkshow Kilau Pancasila yang mengundang tokoh nasional untuk membahas relevansi Pancasila di era digital. Pembicara yang hadir antara lain:
- Gemala Rabiah Hatta
- Setyo Hajar Dewantoro
- Siti Musdah Mulia
Harapan dan implikasi
Dengan memadukan kompetisi vokal dan program edukatif, penyelenggara berharap festival ini menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda. Acara diharapkan memperkuat persatuan, merawat keberagaman, dan menumbuhkan kembali semangat kebangsaan melalui seni dan budaya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Trailer Kedua Sense and Sensibility Rilis, Daisy Edgar-Jones Jadi Elinor
Trailer kedua adaptasi Jane Austen, Sense and Sensibility, dirilis 30 September 2026; Daisy Edgar-Jones meme...
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...