Nasional

Universitas Republik Indonesia: Penjelasan Wamenhan Donny

Bagikan:
Logo atau simbol Universitas Republik Indonesia sebagai lembaga pendidikan kepemimpinan

Presiden Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai lembaga pendidikan kepemimpinan nasional. Pembentukan diumumkan sebagai upaya menyiapkan calon pemimpin untuk berbagai posisi strategis. URI dirancang berbeda dari perguruan tinggi umum karena fokus utamanya pada pembentukan karakter dan kepemimpinan, bukan program studi profesional.

Makna dan tujuan pembentukan

Pemerintah menyatakan URI hadir untuk menciptakan sistem pembinaan pemimpin yang lebih terstruktur. Menurut pejabat, kebutuhan ini muncul agar persiapan calon pemimpin dilakukan sejak dini dan berjenjang. URI ditujukan menyiapkan sumber daya manusia unggul yang memahami administrasi pemerintahan dan kepentingan bangsa.

Pendekatan pendidikan yang berbeda

Berbeda dengan universitas pada umumnya, URI tidak menyelenggarakan program studi seperti kedokteran, hukum, atau teknik. Lembaga ini menitikberatkan pada pengembangan karakter, kompetensi kepemimpinan, etika, dan integritas calon pejabat negara. Kurikulum resmi belum diumumkan, namun pemerintah menegaskan fokus pada kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.

Dasar kebijakan menurut Gubernur URI

Gubernur URI yang juga Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menjelaskan dasar pemikiran pembentukan lembaga itu. Ia menyebut perhatian presiden meliputi pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan berjenjang mulai sekolah dasar hingga pemerintahan.

"Presiden sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan. Beliau menginginkan adanya pendidikan mulai tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga pemerintahan," kata Donny di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Model internasional sebagai rujukan

Konsep URI mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang diterapkan beberapa negara. Salah satu rujukan adalah Institut National du Service Public (INSP) di Prancis, yang sebelumnya dikenal sebagai École Nationale d'Administration (ENA). Lembaga serupa di Prancis dikenal melahirkan banyak alumni yang menempati jabatan strategis pemerintahan.

Kurikulum dan harapan terhadap lulusan

Pemerintah memastikan pendidikan di URI akan menitikberatkan aspek kepemimpinan dan administrasi negara. Selain itu, materi akan mencakup etika, integritas, dan wawasan kebangsaan. Lulusan diharapkan memiliki kompetensi teknis sekaligus komitmen kuat terhadap kepentingan nasional.

"Kita semua menjalankan amanah untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dengan pembentukan URI, pemerintah berharap muncul generasi pemimpin yang terlatih, berintegritas, dan memahami kompleksitas administrasi negara. Proses detail seperti kurikulum, seleksi mahasiswa, dan struktur organisasi masih menunggu pengumuman resmi berikutnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait