Lokal

Keberangkatan Jamaah Umrah Kualanamu Ditunda, Diduga Dokumen Vaksin Palsu

Bagikan:
Ilustrasi jamaah umrah di bandara dengan pemeriksaan dokumen kesehatan

Puluhan jamaah umrah dari satu travel di Sumatera Utara ditunda keberangkatannya dari Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) karena dugaan pemalsuan sertifikat vaksin. Kejadian itu berlangsung saat rencana penerbangan rute Kualanamu–Jeddah pada 18 Juni 2026, dan kini mendapat penanganan oleh pihak kesehatan karantina.

Penundaan dan jumlah jamaah

Koordinator Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Wilker Kualanamu menyatakan bahwa sekitar 29 orang jamaah ditunda keberangkatannya. Penundaan dilakukan sebelum maskapai memberangkatkan rombongan untuk menghindari risiko administratif dan kesehatan di negara tujuan.

Ya, kita tunda keberangkatan mereka, kalau tidak salah sekitar 29 orang,

Langkah penundaan ini berlaku saat bukti vaksin yang seharusnya diverifikasi dinilai tidak memenuhi prosedur yang ditetapkan oleh petugas karantina.

Penyelidikan dugaan pemalsuan

Pihak BBKK Kualanamu menyebut ada dugaan pemalsuan sertifikat vaksin yang seharusnya dikeluarkan setelah pemeriksaan kesehatan. Tim karantina sedang melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah pemalsuan itu dilakukan oleh pihak travel atau pihak lain.

Dugaan yang dipalsukan dokumen sertifikat vaksin, yang seharusnya dikeluarkan BBKK setelah para jamaah diperiksa kesehatannya,

Hingga pemeriksaan rampung, keberangkatan para jamaah tetap ditunda. Posisi BBKK adalah memastikan semua dokumen kesehatan sesuai ketentuan sebelum mengizinkan penumpang memasuki rute internasional ibadah.

Respons maskapai dan jadwal penerbangan

Station Manager Garuda Indonesia Kualanamu membenarkan adanya penundaan pada rute Kualanamu–Jeddah yang dibuka khusus pasca-Haji 1447 H/2026, periode 16–20 Juni 2026. Maskapai menegaskan tidak akan memberangkatkan penumpang jika ada masalah dokumen yang belum tuntas.

Ada dugaan permasalahan dokumen sertifikat vaksin sehingga tidak diberangkatkan. Sebab, kita tidak berani memberangkatkan kalau masalah tersebut belum kelar,

Pembukaan rute umrah pasca-Haji mendapat respons antusias dari calon jamaah. Namun kejadian ini menunjukkan pentingnya verifikasi dokumen sejak proses pendaftaran travel hingga pemeriksaan akhir di bandara.

Implikasi dan langkah selanjutnya

Kasus dugaan pemalsuan dokumen vaksin berpotensi menimbulkan sanksi administratif bagi pihak yang terbukti melakukan pemalsuan. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan tidak ada pelanggaran prosedur yang merugikan jamaah maupun pihak otoritas.

Dalam jangka pendek, para jamaah yang dokumennya dipertanyakan harus menyelesaikan verifikasi kesehatan dan administratif sebelum dapat dijadwalkan ulang keberangkatannya.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait