Novita: Uji Teknis dan Operasional Sebelum Ekspor Satu Pintu
SEMARANG — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta uji kesiapan teknis dan operasional sebelum mekanisme ekspor satu pintu diberlakukan secara penuh. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerja ke PT Berkah Emas Sumber Terang (BEST), Semarang, Jumat (18/9/2026). Novita menekankan tujuan agar perubahan tata kelola tidak mengganggu kinerja industri nasional dan penerimaan devisa.
Kunjungan dan fokus pembahasan
Dalam kunjungan tersebut Novita menyerap aspirasi pelaku usaha terkait rencana penataan tata niaga ekspor sejumlah komoditas strategis, termasuk batu bara, kelapa sawit (CPO), dan ferroalloy. Rencana penataan itu salah satunya melibatkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Ia meminta agar kajian dilakukan secara komprehensif dan hati-hati. Selain perapihan administrasi, Novita menyebut perlu adanya rekonsiliasi data dan penguatan fungsi pengawasan perdagangan luar negeri untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Kesiapan teknis dan kecepatan eksekusi
Novita menyoroti aspek teknis sebagai titik krusial. Menurut dia, institusi yang ditunjuk harus memiliki infrastruktur sistem dan kecepatan eksekusi yang setara dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
"Kami mendukung penuh langkah pemerintah dalam merapikan administrasi, rekonsiliasi data, dan akuntabilitas tata niaga ekspor. Namun, jangan sampai atas nama penataan, ruang gerak industri nasional yang telah bertahun-tahun membangun jaringan pasar internasional secara mandiri dan profesional justru terhambat,"
Novita mengingatkan bahwa keterlambatan respons dalam hitungan hari saja berpotensi menurunkan kepercayaan pembeli global dan berdampak langsung pada penerimaan devisa.
Dampak pada rantai pasok dan tenaga kerja
Lebih lanjut, ia menyatakan perubahan mekanisme ekspor bukan hanya soal administratif. Kebijakan itu bisa memengaruhi rantai pasok hulu-hilir, kepastian iklim investasi, dan keberlangsungan tenaga kerja di sektor padat karya.
Novita menyoroti bahwa banyak pelaku industri strategis telah melakukan investasi besar, memahami spesifikasi teknis pembeli, dan membangun jaringan serta kepatuhan dalam perdagangan global. Oleh karena itu, penerapan mekanisme seragam dan tersentralisasi perlu mempertimbangkan fleksibilitas dan kecepatan transaksi.
Rekomendasi: dialog terbuka dan uji publik
Legislator dari Dapil VII Jawa Timur itu mendorong pemerintah menggelar dialog terbuka dan public testing atau uji sahih sebelum mekanisme diberlakukan secara luas. Ia mengusulkan keterlibatan pelaku usaha, asosiasi industri, dan pakar perdagangan untuk menguji kesiapan sistem sekaligus mengidentifikasi potensi persoalan teknis.
Novita menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi melalui sinergi antara negara dan pelaku industri agar penataan menghasilkan kemajuan, bukan hambatan baru bagi sektor yang menopang perekonomian nasional.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ansari Ingatkan Wisudawan STEI Pamekasan: Buktikan Manfaat Ilmu
Ansari minta wisudawan STEI Masyarakat Madani Pamekasan membuktikan manfaat ilmu mereka; 44 lulusan diwisuda...
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...
Soekarno Run Blitar: Partai Diminta Buka Ruang untuk Anak Muda
Deni Wicaksono minta partai buka ruang bagi pemuda lewat Soekarno Run dan kegiatan olahraga di Blitar untuk...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Tempursari
PDI Perjuangan Lumajang menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Tempursari pada 7 November 2026 sebagai...