TVRI Pastikan Pengelolaan Hak Siar FIFA Sesuai Aturan
Televisi Republik Indonesia (TVRI) memastikan perolehan hak siar resmi FIFA dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan dan mekanisme anggaran negara. Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menyatakan kesepakatan mencakup acara hingga 2027 dan telah ditetapkan tenggat pemanfaatan hak siar, kata Fiki di Jakarta, Sabtu, 20 Juni 2026.
Rincian cakupan hak siar dan periode pemanfaatan
TVRI mengonfirmasi kontrak komprehensif itu meliputi sejumlah turnamen FIFA utama dan kategori lain yang terkait. Jangka waktu pemanfaatan hak siar ditetapkan jelas oleh kontrak.
Fiki menyebutkan daftar turnamen yang termasuk dalam kesepakatan, antara lain:
- Piala Dunia 2026
- Piala Dunia U-17 2026
- Piala Dunia Wanita 2027
"Hak ini mencakup Piala Dunia 2026, Piala Dunia U-17 2026, dan Piala Dunia Wanita 2027, dengan periode pemanfaatan hak siar sejak 180 hari sebelum dan 180 hari setelah event berakhir,"
Akses tayangan dan perbandingan nilai kontrak
TVRI mendapat akses langsung terhadap siaran pertandingan utama yang memenuhi standar internasional FIFA. Namun, nilai kontrak bisa berbeda antar negara karena struktur paket distribusi yang bersifat variatif.
Fiki menjelaskan bahwa perbandingan biaya antar negara tidak sederhana. Perbedaan sering bergantung pada paket, cakupan wilayah, dan hak distribusi yang disertakan dalam kontrak.
Pembayaran, kerahasiaan, dan tata kelola anggaran
Detail kontrak antara TVRI dan FIFA terikat klausul kerahasiaan yang mengatur tata cara publikasi informasi. Meski demikian, TVRI menegaskan proses pembayaran mengikuti mekanisme penggunaan anggaran negara.
"Berdasarkan laporan yang saya terima, proses pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme anggaran negara, besaran yang dikeluarkan oleh negara sama dengan nilai kontrak yang dibayarkan kepada FIFA," kata Fiki.
TVRI menekankan prinsip akuntabilitas, kepatuhan, dan tata kelola yang baik dalam seluruh proses akuisisi hak siar. Laporan internal menjadi dasar verifikasi sebelum pembayaran dilakukan.
Implikasi untuk pemirsa dan langkah ke depan
Bagi pemirsa, kepastian pengelolaan hak siar berarti akses legal ke siaran turnamen FIFA yang dimiliki TVRI. Ke depan, TVRI dapat fokus menyiapkan jadwal siaran dan platform distribusi agar tayangan tersedia luas sesuai ketentuan kontrak.
Dengan transparansi prosedur dan kepatuhan pada regulasi, TVRI berharap menyajikan pertandingan internasional tanpa mengabaikan prinsip pengelolaan anggaran publik.
Berita Terkait
Presiden Restui Anggaran Platnas Bersifat Multiyear
Presiden Prabowo menyetujui anggaran Platnas berskema multiyear, kata Menpora Erick Thohir usai pertemuan 19...
Wamen HAM Soroti Perlindungan Jurnalis dan Hak Warga
Wamen HAM Mugiyanto menyoroti pentingnya perlindungan jurnalis dan mekanisme penanganan kasus dalam dialog d...
Renovasi Rumah Tan Malaka Disiapkan Jadi Pusat Wisata Budaya
Kementerian Kebudayaan siapkan renovasi Rumah Tan Malaka pasca-penetapan cagar budaya untuk jadi pusat wisat...
Komisi XIII Usulkan Status Baru untuk Dokter Muda Belum Lulus UKNPD
Komisi XIII usulkan status hukum untuk lulusan profesi dokter yang belum lulus UKNPD, memberi kepastian akad...
Wamen ESDM Tinjau Jargas CNG Sleman, Target 160.000 SR 2026
Wamen ESDM Yuliot tinjau Jargas CNG Sleman dan umumkan target 160.000 sambungan rumah 2026 untuk perluas ene...
Menteri PU Bentuk Satgas Hadapi El Nino 2026
Kementerian PU membentuk satgas khusus untuk antisipasi El Nino 2026-2027, fokus pada pengeboran air dalam,...