Nasional

69.874 Turis Asing Masuk Jabar via Kereta Cepat Whoosh

Bagikan:
Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang membawa wisatawan mancanegara ke Jawa Barat

Kereta Cepat Whoosh menjadi pintu utama masuknya wisatawan mancanegara ke Jawa Barat pada periode Januari–Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat sebanyak 69.874 kedatangan WNA melalui layanan ini, dengan lonjakan signifikan pada Mei.

Kedatangan WNA lewat Whoosh

Pada Mei 2026 tercatat 17.523 kunjungan WNA melalui Stasiun Whoosh, naik 27,32% dibandingkan April. Mayoritas penumpang keluar melalui Stasiun Padalarang dengan pangsa 86,62%.

"Selama periode Januari–Mei 2026, tercatat akumulasi sebanyak 69.874 kedatangan WNA ke Jawa Barat melalui Stasiun Whoosh. Khusus pada Mei 2026, kedatangan WNA melonjak 27,32 persen menjadi 17.523 kunjungan, dengan Stasiun Padalarang menjadi pintu keluar paling dominan sebesar 86,62 persen," kata Margaretha Ari Anggorowati.

Kunjungan melalui Bandara Kertajati

Selain Whoosh, Bandara Internasional Kertajati juga mencatat kenaikan kunjungan mancanegara. Pada Mei 2026 tercatat 241 kedatangan langsung, naik 11,06% secara bulanan. Dominasi pengunjung berasal dari Singapura (48,96%) dan Malaysia (12,45%).

Pergerakan Wisnus dan Dampak ke Perhotelan

Mobilitas wisatawan domestik terus tumbuh. Pada Mei 2026 perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di Jawa Barat mencapai 19,52 juta perjalanan. Akumulasi Januari–Mei mencapai 93,45 juta perjalanan, naik 5,78% dari periode sama tahun lalu.

Destinasi favorit tetap Kabupaten Bogor dengan pangsa 15,70%, diikuti Kota Bandung 10,88%. Lonjakan kunjungan turut mendorong okupansi hotel.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang naik 1,95 poin menjadi 48,21%, dengan Kabupaten Purwakarta mencatat TPK tertinggi 66,83%. TPK hotel nonbintang meningkat 2,18 poin menjadi 26,19%.

Transportasi dan Kargo

Secara keseluruhan pengguna Kereta Cepat Whoosh meningkat 5,23%, sementara penumpang kereta api konvensional bertambah 6,95% dibanding bulan sebelumnya.

Bandara Kertajati mencatat lonjakan tertinggi pada angkutan udara internasional, naik 93,98% mtm. Lonjakan ini terutama terdorong oleh keberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat.

"Lonjakan drastis pada rute penerbangan luar negeri ini disebabkan oleh momentum pemberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat melalui Bandara Kertajati. Dan ini berimbas juga ke sektor kargo udara internasional yang ikut terkerek melesat naik sebesar 107,90 persen (mtm)," ujarnya.

Ringkasan Data Utama

Indikator Nilai Perubahan
WNA via Whoosh (Jan–Mei 2026) 69.874 kunjungan
WNA via Whoosh (Mei 2026) 17.523 kunjungan +27,32% mtm
Stasiun Padalarang (pangsa) 86,62%
Bandara Kertajati (Mei 2026) 241 kedatangan +11,06% mtm
Wisnus (Mei 2026) 19,52 juta perjalanan
Akumulasi Wisnus (Jan–Mei 2026) 93,45 juta perjalanan +5,78% yoy
TPK Hotel Berbintang 48,21% +1,95 poin
TPK Hotel Nonbintang 26,19% +2,18 poin
Kargo Udara Internasional (Kertajati) +107,90% mtm

Pertumbuhan arus turis internasional lewat Whoosh dan lonjakan penerbangan internasional di Kertajati menunjukkan pemulihan mobilitas yang kuat. Ke depan, peningkatan kapasitas transportasi dan strategi promosi akan menentukan kelanjutan tren kunjungan wisata ke Jawa Barat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait