Putri Ferdy Sambo Lulus Dokter, Dedikasikan Wisuda untuk Orangtua
Jakarta. Trisha Eungelica Ardyadana, putri sulung mantan jenderal polisi Ferdy Sambo, resmi menyelesaikan pendidikan profesi kedokteran dan diwisuda sebagai dokter pada Rabu di Jakarta. Acara berlangsung di Hotel Borobudur tanpa kehadiran kedua orangtuanya yang sedang menjalani hukuman terkait kasus pembunuhan tinggi profil.
Wisuda dan pernyataan Trisha
Trisha mengikuti upacara kelulusan setelah menuntaskan tujuh tahun pendidikan kedokteran di Trisakti University. Ia mengaku mendedikasikan gelar barunya untuk kedua orangtuanya.
"Saya ingin menjadi anak yang berbakti dan membuat orangtua bangga. Saya persembahkan pencapaian ini untuk ibu dan ayah yang tidak bisa hadir hari ini," kata Trisha usai acara.
Ia juga menyebut proses tujuh tahun itu penuh tantangan secara emosional, terutama karena dinamika keluarga yang menjadi sorotan publik. Meski demikian, dukungan orangtua menjadi dorongan utama baginya.
Dukungan keluarga di acara wisuda
Selain Trisha, hadir di upacara hanya anggota keluarga yang lain, termasuk neneknya, Frederyca Wayan. Frederyca menyampaikan kebanggaannya atas prestasi cucu tersebut.
"Dia anak yang baik. Saya sangat bangga sekarang dia sudah menjadi dokter," ujar Frederyca.
Rencana lanjutan karier medis
Setelah resmi bergelar dokter, Trisha menyatakan rencananya untuk melanjutkan pendidikan spesialis. Namun ia belum menentukan disiplin medis yang akan dipilih.
Keputusan tersebut dipaparkan sebagai langkah lanjutan untuk mengembangkan karier di bidang kesehatan.
Kondisi hukum orangtua
Keluarga Trisha menjadi sorotan sejak Ferdy Sambo dijatuhi hukuman terkait kasus pembunuhan mantan ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Februari 2023 sempat menjatuhkan vonis mati terhadap Sambo, yang kemudian dikonfirmasi pada tingkat banding.
Namun, Mahkamah Agung pada Agustus 2023 mengubah hukuman menjadi penjara seumur hidup dengan mempertimbangkan masa bakti Sambo selama sekitar tiga dekade di Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sementara itu, Putri Candrawathi—yang dinyatakan bersalah sebagai pembantu dalam peristiwa tersebut—sedang menjalani hukuman 10 tahun di sebuah lembaga pemasyarakatan perempuan di Tangerang, Banten.
Implikasi dan pandangan ke depan
Kelulusan Trisha menjadi titik fokus baru dalam narasi keluarga yang sempat menjadi berita nasional. Keputusan melanjutkan studi spesialis bisa menentukan langkah kariernya selanjutnya.
Sementara itu, dinamika hukum orangtua masih berlangsung dan berpotensi mempengaruhi kehidupan pribadi Trisha ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bandung: Orang Tua Pilih Personal Care Anak yang Wangi Tahan Lama
Orang tua di Bandung kian memilih personal care anak yang membersihkan sekaligus memberi wangi tahan lama un...
Aceh Barat Daya Wajibkan Pedagang Berhenti Jualan Saat Azan
Pemerintah Aceh Barat Daya mewajibkan pedagang menghentikan jualan saat azan lima waktu; penegakan oleh Wila...
Destinasi NTT Tutup Pasca Gempa Magnitudo 7,7, Labuan Bajo Kembali Operasi
Beberapa destinasi wisata di NTT tutup sementara setelah gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus; Labuan Bajo da...
DeadSquad, Jasad, Death Vomit Ditinggal Promotor di Eropa
DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit ditinggal promotor di Eropa setelah konser di Cork dan London dibatalkan a...
Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36
Aktris Hayden Panettiere meninggal dunia di usia 36; keluarga meminta privasi sementara penyelidikan berlang...
BTV Semesta Berpesta Tutup Tur 2026 di Jakarta
BTV Semesta Berpesta menutup tur 2026 di Senayan, Jakarta, dengan dua hari pertunjukan menjelang Hari Kemerd...