Nasional

Kemenhub Maksimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Gempa NTT

Bagikan:
Kapal KM Tidar dan KN NIPA menyalurkan bantuan kemanusiaan pascagempa di NTT

Kementerian Perhubungan mengoptimalkan transportasi laut untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan pascagempa Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini juga mendukung mobilisasi personel tanggap darurat sejak pertengahan Agustus 2026, dengan pemanfaatan kapal-kapal negara dan kapal penumpang untuk menjangkau pulau-pulau terdampak.

Percepatan distribusi lewat angkutan laut

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, mengatakan moda laut menjadi prioritas untuk mengangkut logistik dan personel. Menurutnya, angkutan laut membantu penyaluran kebutuhan dasar secara cepat dan aman ke wilayah yang sulit dijangkau darat atau udara.

"Prioritas kami adalah memastikan transportasi laut dapat mendukung penanganan bencana. Baik itu untuk distribusi bantuan kemanusiaan maupun mobilisasi personel,"

Kemenhub juga memberikan pembebasan tarif 100 persen untuk pengiriman bantuan kemanusiaan melalui PSO PT PELNI bagi personel penanggulangan bencana. Selain itu, mereka menyiapkan penyesuaian pola operasi kapal perintis jika diperlukan untuk mempercepat jangkauan bantuan.

Kapal dan rute yang dikerahkan

Salah satu kapal yang dikerahkan adalah KM Tidar. KM Tidar mengangkut bantuan dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju beberapa wilayah terdampak gempa di Flores. Dari kantor pusat, pengiriman lanjutan KM Tidar akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 Agustus 2026.

Rute yang direncanakan meliputi Maumere, Larantuka, Lewoleba, dan Kupang untuk mendukung penyaluran kepada masyarakat terdampak. Selain itu, Kemenhub menerjunkan kapal negara KN NIPA untuk suplai logistik dari Kupang.

Waktu keberangkatan dan muatan bantuan

KN NIPA diberangkatkan dari Pelabuhan Kupang pada Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 00.31 WITA dan tiba pada 20 Agustus 2026. Kapal tersebut membawa sembako, air bersih, obat-obatan, selimut, dan tenda, serta menyalurkan bantuan ke pulau-pulau yang membutuhkan.

Pelabuhan pusat penyaluran dan tugas tambahan

Pembongkaran bantuan dipusatkan di Pelabuhan Reo dan Maropokot, yang tergolong wilayah terdampak parah. Selain menyalurkan bantuan, KN NIPA melakukan pemantauan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran di perairan Flores untuk menjaga keselamatan pelayaran.

"Apabila diperlukan untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, kami dapat melakukan penyesuaian pola operasi kapal perintis. Sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak dengan lebih cepat dan efektif,"

Implikasi dan langkah ke depan

Dengan memprioritaskan moda laut, Kemenhub berharap aliran bantuan dan mobilisasi tenaga tanggap darurat lebih cepat. Operasi ini juga membuka kemungkinan penyesuaian rute dan frekuensi pelayaran sesuai kebutuhan di lapangan. Koordinasi antara otoritas pelabuhan, operator kapal, dan pemangku kepentingan terus ditingkatkan untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait