Transformasi SDM Kunci Ketahanan Bisnis di Tengah Disrupsi Teknologi
Transformasi sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci menjaga kelangsungan bisnis di tengah tekanan geopolitik, kenaikan biaya energi, dan disrupsi teknologi. Pernyataan ini disampaikan saat malam puncak Best Human Capital Awards 2026 di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2026, yang menyoroti pentingnya penguatan human capital berbasis inovasi dan teknologi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Penghargaan dan tujuannya
Ajang penghargaan tersebut memberi pengakuan kepada perusahaan dan instansi yang berhasil menciptakan lingkungan kerja positif, meningkatkan kompetensi karyawan, serta mendorong produktivitas demi tujuan organisasi. Kegiatan ini merupakan gelaran kedua dan melibatkan pakar, profesional, asosiasi, komunitas human capital, serta akademisi.
Ketua penyelenggara, Juanda Jafar, menekankan bahwa pergeseran fungsi SDM dari administratif ke peran strategis dan produktif menjadi hal krusial. Transformasi itu dimaksudkan untuk memperbaiki pengalaman karyawan, efisiensi operasional, inovasi, dan daya tahan bisnis.
"Pengembangan SDM yang efektif merupakan investasi jangka panjang yang berdampak positif bagi kinerja dan produktivitas perusahaan," kata Juanda Jafar.
Peran teknologi: AI, IoT, otomatisasi
Ketua Dewan Juri, Dr Eng Hary Budiarto, menyoroti tekanan eksternal yang memaksa perusahaan berinovasi, seperti gejolak geopolitik dan kenaikan biaya produksi. Menurutnya, inovasi harus lahir dari SDM yang memahami perkembangan teknologi.
"Inovasi lahir dari SDM yang mampu memahami perkembangan teknologi," kata Dr Eng Hary Budiarto.
Hary menambahkan bahwa pengembangan human capital kini tidak hanya soal peningkatan kapasitas, tetapi juga integrasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), otomatisasi, dan drone untuk menciptakan efisiensi dan daya saing. Ia mencatat siklus peningkatan kompetensi kini lebih singkat karena laju perubahan teknologi digital.
"Sekarang orang harus belajar lebih cepat karena perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat," ujarnya.
Meski begitu, Hary menegaskan bahwa AI hanya berfungsi sebagai alat bantu; keputusan strategis tetap dipegang manusia. Karena itu, ia menekankan pentingnya etika dan tata kelola AI dalam pengembangan SDM di era digital.
Dampak dan prospek ke depan
Penghargaan ini diharapkan mendorong organisasi mempercepat transformasi SDM, mengadopsi teknologi yang tepat, serta membangun tata kelola etis. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga memperkuat ketahanan bisnis terhadap tekanan eksternal.
Pada jangka menengah, fokus pada pengembangan kompetensi digital, pembaruan kurikulum pelatihan, dan kebijakan etika AI dipandang sebagai langkah penting untuk memastikan sumber daya manusia siap menghadapi perubahan yang cepat.
Berita Terkait
NASA Kembangkan AI Deteksi Dini Ledakan Alga Berbahaya
NASA kembangkan AI yang menggabungkan data satelit untuk mendeteksi dini ledakan alga berbahaya, diuji di Fl...
ISS Catat Lebih dari 750 Investigasi Ilmiah Sepanjang 2025
NASA melaporkan lebih dari 750 investigasi di ISS sepanjang 2025, termasuk uji bedah robotik, bioprinter 3D,...
Matt Anderson Resmi Jadi Wakil Administrator NASA
Matt Anderson dilantik sebagai Wakil Administrator NASA ke-16 pada 21 Mei 2026 setelah disetujui Senat, siap...
Era AI dan Nilai Kreativitas Manusia di Industri Kreatif
Panel The Cornerstone bahas dampak AI pada industri kreatif; pelajar dan CEO sepakat: AI alat bantu, kreativ...
NASA Pamer Rencana Pangkalan Permanen di Bulan: Robot Jadi Kunci
NASA paparkan rencana pangkalan permanen di Bulan yang dimulai lewat misi robotik; target hingga 30 pendarat...
Pelemahan Rupiah Dorong Harga Naik, Penjualan Elektronik Lesu di Glodok
Pelemahan rupiah mendekati Rp18.000 per USD menaikkan biaya impor 5–15% dan membuat penjualan elektronik di...