BRIN Kembangkan Pemuliaan Purwoceng untuk Selamatkan 'Ginseng Jawa'
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan inovasi pemuliaan untuk purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.), tanaman obat endemik yang hidup di dataran tinggi Dieng dan kini terancam punah karena alih fungsi lahan dan eksploitasi berlebih.
Ancaman, manfaat, dan wilayah tumbuh
Purwoceng dikenal sebagai ginseng of Java dan hanya tumbuh alami pada ketinggian sekitar 1.800–3.000 meter di atas permukaan laut, terutama di Dieng. Tanaman ini dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional karena mengandung sitosterol, stigmasterol, saponin, kumarin, psoralen, dan vitamin E yang mendukung vitalitas, kesehatan saluran kemih, dan sirkulasi darah.
Namun populasi purwoceng menurun akibat konversi lahan, persaingan dengan komoditas lain, dan panen yang merusak karena seluruh bagian tanaman dipanen. Tekanan tersebut membuat purwoceng masuk kategori Endangered dalam Daftar Merah IUCN.
Hasil pemuliaan BRIN
Penelitian pemuliaan BRIN telah melakukan seleksi sumber daya genetik dan pemurnian galur. Hasilnya, pada 2013 dilepas varietas unggul yang menunjukkan beberapa kemajuan penting.
"Kami telah menghasilkan varietas unggul yang memiliki karakter genetik lebih baik dan menunjukkan peningkatan kandungan sitosterol serta kemampuan adaptasi yang lebih luas dibandingkan populasi alaminya,"
Varietas ini memiliki tulang daun berwarna merah keunguan, performa genetik lebih stabil, dan dapat tumbuh di lokasi budi daya dengan ketinggian lebih rendah daripada habitat aslinya.
Hambatan perbanyakan dan teknologi
Meskipun varietas unggul tersedia, tantangan besar masih tersisa pada penyediaan benih. Perbanyakan melalui biji terganggu oleh viabilitas benih rendah. Teknologi kultur jaringan juga belum mencapai keberhasilan optimal pada multiplikasi tunas, pembentukan akar, dan aklimatisasi.
"Kondisi tersebut membuka ruang bagi penelitian lanjutan guna menghasilkan teknologi perbanyakan tanaman yang lebih efisien dan siap diterapkan secara luas,"
BRIN pun mengeksplorasi induksi mutasi buatan untuk memperluas keragaman genetik dan mencari genotipe yang lebih adaptif terhadap perubahan agroekologi.
Standardisasi mutu dan risiko pemalsuan
Untuk memenuhi kebutuhan industri, produksi purwoceng tidak boleh hanya mengandalkan varietas unggul. Standardisasi mutu bahan baku harus dijaga, meliputi identitas tanaman, teknik budi daya, waktu panen, dan penanganan pascapanen.
"Penentuan umur panen sekitar enam bulan atau ketika tanaman memasuki fase generatif merupakan waktu yang paling tepat karena kandungan metabolit sekundernya berada pada kondisi optimal,"
BRIN juga mengingatkan risiko pemalsuan dengan bahan baku lain seperti Valeriana officinalis atau tanaman lokal yang mirip akar; padahal kandungan senyawa aktif berbeda.
Strategi konservasi dan pengembangan berkelanjutan
Sebagai strategi jangka panjang, BRIN mendorong penguatan konservasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Langkah yang diusulkan meliputi:
- Konservasi in situ dan ex situ untuk melindungi plasma nutfah.
- Pengembangan teknologi kultur jaringan dan embriogenesis somatik untuk mempercepat penyediaan bibit.
- Inovasi pemuliaan untuk varietas adaptif pada agroekologi baru.
- Penguatan kemitraan antara petani dan industri untuk membangun rantai pasok berkelanjutan.
BRIN menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian purwoceng hanya bisa dicapai melalui kolaborasi peneliti, petani, industri, dan pemerintah daerah. Dengan budi daya, konservasi, dan standardisasi yang diperkuat, purwoceng diharapkan tetap lestari sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi petani dan industri.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Peringatan 50 Tahun Enterprise, Cikal Bakal Pesawat Ulang-Alik
NASA memperingati 50 tahun Enterprise OV-101, pesawat prototipe yang membuka jalan bagi teknologi pesawat ul...
Indonesia Butuh Verifikasi Identitas dan Perlindungan Data yang Kuat
Ahli mendesak penguatan verifikasi identitas dan perlindungan data pribadi seiring layanan publik beralih ke...
iPhone 18 Pro, Pro Max dan Duo Kantongi 40% TKDN
Tiga model iPhone — 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Duo — tercatat memiliki 40% TKDN, langkah awal menuju pen...
Evaluasi Pemerintah: Roblox Paling Progresif Lindungi Anak, X dan Meta Kritis
Pemerintah nilai kemajuan perlindungan anak di platform digital tak merata; Roblox paling progresif, X dan M...
IHCBS 2026 Dorong AI Berpusat pada Manusia untuk Produktivitas
IHCBS 2026 di Tangerang menekankan kebijakan dan praktik AI berpusat pada manusia untuk meningkatkan produkt...
BRIN Pantau Anak Krakatau: Tidak Ditemukan Potensi Tsunami
BRIN: peningkatan aktivitas Anak Krakatau awal Sept 2026 belum memicu anomali muka air yang menunjukkan pote...