Akademisi UI Kembangkan Reaktor Pirolisis AI untuk Limbah Peternakan
Universitas Indonesia mengembangkan reaktor pirolisis pintar berbasis AI yang dapat mengubah limbah kotoran domba menjadi biochar berkualitas tinggi. Inovasi karya Dr. Illa Rizianiza diumumkan pada Rabu, 22 Juli 2026, dan ditujukan untuk mendukung pengembangan teknologi energi dan elektronik melalui pemanfaatan biomassa lokal.
Teknologi dan cara kerja reaktor
Reaktor pirolisis ini menggabungkan beberapa pendekatan rekayasa modern. Sistem mengintegrasikan Digital Twin, Computational Fluid Dynamics (CFD), dan Artificial Neural Network (ANN) untuk mengendalikan proses secara otomatis.
Dengan pemantauan real time, sistem memprediksi perubahan suhu dan menyesuaikan parameter operasi. Tujuannya menjaga kualitas biochar konsisten sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Potensi industri dan ekonomi sirkular
Menurut Illa, bahan karbon hasil pirolisis memiliki karakteristik yang menjanjikan untuk industri energi dan elektronik. Pemanfaatan limbah peternakan ini membuka peluang nilai tambah sekaligus praktik ekonomi sirkular di sektor peternakan.
Beberapa potensi aplikasi disebutkan sebagai berikut:
- Bahan baku komponen baterai kendaraan listrik
- Material untuk superkapasitor
- Elemen sensor presisi
- Perangkat penyimpanan energi yang lebih ramah lingkungan
Karakteristik biochar hasil pirolisis
Melalui metode pirolisis lambat, limbah kotoran domba diubah menjadi biochar dengan struktur yang menyerupai grafena. Peneliti menyebutnya graphene-like carbon, yang dapat menjadi alternatif bahan baku karbon maju untuk berbagai kebutuhan industri.
Sistem AI memastikan parameter proses terjaga sehingga produk akhir konsisten dan efisiensi energi tetap optimal.
Pernyataan peneliti dan dukungan akademik
"Kami ingin menunjukkan bahwa limbah peternakan tidak hanya dapat diatasi sebagai persoalan lingkungan. Tetapi juga dapat diolah menjadi material karbon bernilai tinggi yang mendukung perkembangan teknologi energi dan elektronik masa depan," kata Illa, Rabu, 22 Juli 2026.
Dekan Fakultas Teknik UI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, menilai penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan rekayasa dapat mengubah limbah menjadi material bernilai tambah. Ia menambahkan bahwa inovasi tersebut selaras dengan upaya memperkuat ekonomi sirkular dan kemandirian teknologi melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Implikasi dan arah ke depan
Pengembangan reaktor pirolisis pintar ini membuka jalan bagi pemanfaatan limbah peternakan sebagai komoditas bernilai ekonomi. Selain mengurangi beban lingkungan, hasil penelitian memberi alternatif sumber bahan baku karbon untuk industri teknologi energi dan elektronik.
Ke depan, penelitian ini diharapkan mendorong kolaborasi lintas disiplin untuk menguji skala dan aplikasi industri dari biochar yang dihasilkan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Peringatan 50 Tahun Enterprise, Cikal Bakal Pesawat Ulang-Alik
NASA memperingati 50 tahun Enterprise OV-101, pesawat prototipe yang membuka jalan bagi teknologi pesawat ul...
Indonesia Butuh Verifikasi Identitas dan Perlindungan Data yang Kuat
Ahli mendesak penguatan verifikasi identitas dan perlindungan data pribadi seiring layanan publik beralih ke...
iPhone 18 Pro, Pro Max dan Duo Kantongi 40% TKDN
Tiga model iPhone — 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Duo — tercatat memiliki 40% TKDN, langkah awal menuju pen...
Evaluasi Pemerintah: Roblox Paling Progresif Lindungi Anak, X dan Meta Kritis
Pemerintah nilai kemajuan perlindungan anak di platform digital tak merata; Roblox paling progresif, X dan M...
IHCBS 2026 Dorong AI Berpusat pada Manusia untuk Produktivitas
IHCBS 2026 di Tangerang menekankan kebijakan dan praktik AI berpusat pada manusia untuk meningkatkan produkt...
BRIN Pantau Anak Krakatau: Tidak Ditemukan Potensi Tsunami
BRIN: peningkatan aktivitas Anak Krakatau awal Sept 2026 belum memicu anomali muka air yang menunjukkan pote...