Holding Perkebunan Ajak Generasi Muda Percepat Transformasi
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara, Denaldy Mulino Mauna, mengajak generasi muda berperan aktif mempercepat transformasi industri perkebunan Indonesia. Ajakan itu disampaikan saat Studium Generale bertema “Membangun Masa Depan Sektor Perkebunan Indonesia: Inovasi, Talenta Muda, dan Keberlanjutan” di IPB University, Bogor, Selasa, 9 Juni 2026.
Peran generasi muda dalam transformasi
Denaldy menilai keterlibatan talenta muda penting untuk menghadapi perubahan industri yang semakin cepat. Ia menekankan generasi muda diperlukan untuk mendorong transformasi digital, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing global.
"Kita harus bersama-sama membangun sektor perkebunan Indonesia. Masa depan sektor ini tidak hanya ditentukan perusahaan atau pemerintah,"
Menurutnya, kolaborasi lintas pihak akan mempercepat inovasi dan pemanfaatan teknologi baru di kebun dan pabrik pengolahan.
Tantangan yang dihadapi sektor perkebunan
Denaldy menyebutkan beberapa tantangan utama yang sedang dihadapi sektor perkebunan. Antara lain masalah ketahanan pangan, ketahanan energi, dan dampak perubahan iklim yang makin kompleks.
Untuk itu, ia mengajak dunia pendidikan dan industri memperkuat sinergi. Kolaborasi itu diharapkan menghasilkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Respon akademik dan organisasi mahasiswa
Acara dihadiri Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Prof. Deni Noviana; Presiden BEM KM IPB, M. Abdan Rofi; serta Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang. Mereka menyambut baik forum yang mempertemukan akademisi dan pelaku industri.
"Kolaborasi seperti ini memberikan kesempatan mahasiswa memahami tantangan pembangunan secara langsung dari para pelaku industri," ujar Prof. Deni Noviana.
Presiden BEM KM IPB menilai transformasi sektor perkebunan membuka peluang besar bagi generasi muda. Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan peluang itu untuk berinovasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Setiap tantangan selalu menghadirkan peluang. Transformasi sektor perkebunan hari ini menjadi ruang bagi generasi muda berinovasi," kata M. Abdan Rofi.
Founder Rembuk Pemuda menambahkan bahwa kemajuan bangsa membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat dan kerja sama yang kuat.
Isu strategis dan komitmen Holding
Diskusi berlangsung interaktif dan membahas berbagai isu strategis, termasuk peluang karier dan pengembangan teknologi perkebunan berkelanjutan. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan.
Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem perkebunan nasional melalui kolaborasi dengan dunia akademik dan penguatan peran generasi muda. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya menjaga daya saing dan keberlanjutan sektor ke depan.
Berita Terkait
Pameran Swarna Wastra Nusantara Pacu Tren Fesyen Berkelanjutan
Pameran SWN 2026 di Jakarta dorong promosi wastra dan kriya, selaras dengan tren fesyen berkelanjutan dan di...
Pelanggan Kereta Compartment Suite KAI Naik 79,38% Jan–Mei 2026
Pelanggan Compartment Suite KAI naik 79,38% jadi 20.565 orang pada Jan–Mei 2026; penumpang kini mengutamakan...
SUV Misterius DFSK Tertangkap Kamera, Peluncuran Semakin Dekat
PT Sokonindo tertangkap menguji SUV misterius DFSK di Indonesia; desain mulai terlihat, tetapi detail dan sp...
KAI Pasang 113 Unit PLTS untuk Kurangi Emisi Karbon
KAI operasikan 113 unit PLTS di 92 lokasi sejak 9 Juni 2026, dengan kapasitas 4.430,65 kWp dan potensi pengu...
IHSG Naik ke 5.746,65, Saham Big Cap Jadi Penopang
IHSG menguat ke 5.746,65 pada 9 Juni 2026, didorong meredanya ketegangan Timur Tengah dan surplus perdaganga...
BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Menguat 129 Poin
BI naikkan suku bunga 25 bps jadi 5,5%, rupiah menguat 129 poin ke Rp18.058 per dolar; langkah dimaksudkan u...