Ekonomi

Angkutan Peti Kemas KAI Naik 19,35% hingga Mei 2026

Bagikan:
Kereta kargo KAI mengangkut peti kemas di jalur rel dekat pelabuhan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan angkutan peti kemas sebesar 19,35 persen hingga akhir Mei 2026. Volume muatan meningkat sebanyak 393.720 ton, sehingga total tonase mencapai 2.428.471 ton dari 2.034.751 ton pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan volume dan data utama

Peningkatan terjadi sepanjang Januari—Mei 2026. Kenaikan itu mencerminkan aktivitas distribusi barang yang semakin aktif di berbagai wilayah.

Angka pertumbuhan menunjukkan pergerakan muatan hampir empat kali lipat dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 yang sebesar 5,12 persen.

Peran kereta api dalam rantai pasok

KAI menegaskan kereta api berfungsi sebagai tulang punggung transportasi logistik yang menjamin kelancaran arus barang. Moda rel mampu mengangkut muatan besar dalam satu kali perjalanan, sehingga meningkatkan kapasitas sistem transportasi nasional.

Perusahaan terus memperkuat konektivitas antara kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan agar rantai pasok lebih efisien dan terjadwal.

Kutipan dari manajemen KAI

"Pertumbuhan angkutan peti kemas menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi barang di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat,"

pernyataan Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan komitmen perusahaan pada layanan logistik.

Dampak pada biaya logistik dan ekonomi

Menurut kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, biaya logistik nasional mencapai 14,29 persen. Pemerintah menargetkan penurunan menjadi 8 persen pada 2045.

Peralihan barang ke moda rel dan efisiensi distribusi diharapkan membantu menurunkan biaya itu sekaligus menjaga ketersediaan pasokan untuk ekonomi daerah.

Kontribusi pada perdagangan global

Lembaga internasional melaporkan lebih dari 80 persen komoditas perdagangan global dikirim lewat laut. Pengiriman peti kemas menyumbang sekitar 35 persen volume perdagangan global dan membawa lebih dari 60 persen nilai transaksi perdagangan dunia.

Dengan sinergi pelabuhan dan rel, kontainer yang tiba di dermaga dapat segera didistribusikan ke pusat industri dan ekspor, mendukung kelancaran perdagangan internasional.

Prospek dan langkah ke depan

KAI menyatakan akan terus mengembangkan layanan peti kemas untuk memperkuat konektivitas logistik nasional. Peningkatan kapasitas dan keterhubungan diharapkan mendorong efisiensi biaya serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Upaya ini juga bertujuan memastikan pasokan bahan baku manufaktur dan barang konsumsi bergerak lancar dari pelabuhan ke pasar domestik dan tujuan ekspor.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait