HUT KAI ke-81: Transaksi Tiket Digital Capai 17 Juta di H1 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 17.009.374 transaksi pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI pada semester pertama 2026. Total penjualan tiket jarak jauh dan lokal mencapai 24.544.468 lembar, sementara jumlah pengguna terdaftar di aplikasi itu mencapai 30.449.049 akun. Angka ini menjadi sorotan jelang perayaan HUT KAI ke-81 pada 28 September 2026.
Angka dan capaian operasional
Data operasional KAI pada paruh pertama 2026 menunjukkan pergeseran kuat ke transaksi digital. Pencapaian utama meliputi:
- 17.009.374 transaksi melalui aplikasi Access by KAI;
- 24.544.468 lembar tiket terjual untuk kereta jarak jauh dan lokal;
- 30.449.049 akun pengguna terdaftar di aplikasi resmi.
Angka-angka tersebut mencerminkan adopsi luas layanan digital oleh penumpang dan peran aplikasi resmi dalam memfasilitasi pembelian tiket.
Fitur digital dan pemindaian wajah
KAI juga mengimplementasikan teknologi pemindaian wajah mandiri di stasiun untuk mempercepat proses boarding. Sampai semester pertama 2026, fasilitas ini telah dimanfaatkan oleh 5.555.034 pelanggan kereta jarak jauh. Teknologi ini dirancang agar penumpang dapat berangkat tanpa menunjukkan tiket fisik.
Pernyataan manajemen
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menuturkan bahwa transformasi layanan tiket merupakan bagian dari strategi digital untuk mengikuti kebutuhan pelanggan.
“Perjalanan tiket kereta api menjadi bagian dari cerita panjang transformasi KAI. Dari pelayanan melalui loket stasiun hingga layanan digital dalam satu aplikasi, setiap tahap menunjukkan bagaimana KAI terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelanggan,”
Anne menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan resmi pada Selasa, 15 September 2026.
Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan komitmen meningkatkan mutu layanan transportasi.
“Kereta api tumbuh bersama perubahan zaman. Tiket yang dahulu menjadi lembar perjalanan fisik kini berkembang menjadi layanan digital yang membantu pelanggan merencanakan perjalanan secara lebih mudah,”
Arah transformasi dan implikasi
Transformasi dari loket konvensional ke sistem digital terintegrasi menandai pergeseran layanan KAI terhadap efisiensi dan kemudahan pelanggan. Optimalisasi aplikasi dan teknologi stasiun diharapkan memperpendek waktu antrian, mengurangi kebutuhan tiket fisik, dan meningkatkan pengalaman perjalanan.
Menjelang HUT ke-81, perusahaan menegaskan komitmen pada inovasi layanan publik demi menghadirkan solusi mobilitas yang lebih modern dan efisien untuk masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Qodari Yakin Suahasil Bisa Jaga Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi
Muhammad Qodari optimistis Suahasil Nazara mampu menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi setelah dilantik...
DJKI Sesuaikan Pemeriksaan Paten Terkait Putusan MK
DJKI menyesuaikan pemeriksaan dan banding paten pasca putusan MK pada 15 September 2026 untuk memperkuat kep...
Pemerintah Perbaiki Data Sosial dengan DTSEN, 4,33 Juta KPM
Pemerintah perbarui DTSEN untuk perbaiki penyaluran bansos; 4,33 juta KPM baru tercatat dan warga yang sebel...
Kementan Pastikan Stok Beras Aman untuk 10 Bulan
Kementan memastikan stok beras nasional aman untuk 10 bulan, didukung standing crop, cadangan rumah tangga-h...
Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi DPRD DKI untuk Perkuat Koordinasi
Kapolda Metro Jaya dan pimpinan DPRD DKI bertemu 15 Sept 2026 untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam...
Semeru Level 3 Siaga, BPBD Lumajang Siagakan Petugas 24 Jam
Gunung Semeru erupsi 15 Sept; status tetap Level 3 Siaga. BPBD Lumajang siagakan petugas, siapkan pengungsia...