Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat Aceh 2 di Subulussalam
Subulussalam, 13 Juni — Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di Kota Subulussalam pada Sabtu, 13 Juni. Kunjungan ini menyoroti tantangan pengadaan material dan strategi percepatan agar fasilitas pendidikan terpadu itu segera difungsikan.
Tinjauan dan target penyelesaian
Menurut Dody, progres konstruksi menunjukkan perkembangan positif. Tim lapangan melaporkan pekerjaan telah mencapai sekitar 60 persen. Pemerintah menargetkan penyelesaian tepat waktu sambil memastikan kualitas bangunan untuk pemanfaatan jangka panjang.
"Kalau melihat kondisi di lapangan, progresnya sudah sekitar 60 persen. Kita akan terus mencari cara terbaik, tercepat dan paling efektif untuk menyelesaikan dan yang terpenting bukan hanya cepat selesai, tetapi juga menghasilkan bangunan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," tutur Menteri Dody.
Tantangan pengadaan material dan solusi teknis
Dody menjelaskan posisi Subulussalam yang berada di wilayah perbatasan mempersulit distribusi bahan bangunan. Pengiriman material berat dan baja memakan waktu lebih lama dan menambah biaya logistik.
"Kita sedang mencari metode kerja yang lebih efektif. Beberapa titik yang semula direncanakan menggunakan baja akan kita evaluasi untuk sebagian diganti dengan beton agar pelaksanaan konstruksi bisa lebih cepat tanpa mengurangi kualitas bangunan,"
Oleh karena itu, tim proyek mengoptimalkan penggunaan struktur beton pada beberapa bagian bangunan. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada baja yang proses pengirimannya lebih kompleks.
Fasilitas proyek dan nilai kontrak
Proyek Sekolah Rakyat Aceh 2 dibangun sebagai kompleks pendidikan terpadu. Fasilitas dirancang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA serta penunjang lainnya untuk mendukung proses belajar mengajar.
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Luas lahan | 6,8 Hektare |
| Kontraktor | PT Waskita Karya (Persero) Tbk |
| Nilai kontrak | Rp453,3 miliar |
| Fasilitas | Gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, lapangan olahraga |
Fasilitas lain yang disiapkan antara lain lapangan mini soccer, lapangan basket dan voli, serta sarana pendukung yang mendukung kegiatan pembelajaran dan asrama.
Prospek pemanfaatan
Setelah rampung, kompleks ini diharapkan meningkatkan akses pendidikan di wilayah perbatasan dan menjadi pusat pembelajaran terpadu. Perubahan teknis yang dilakukan bertujuan mempercepat penyelesaian tanpa mengorbankan mutu konstruksi.
Dengan langkah percepatan dan pengawasan kualitas yang ketat, pemerintah optimistis Sekolah Rakyat Aceh 2 dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat Subulussalam.
Berita Terkait
Wabup Deliserdang Ajak Pemuda Lestarikan Gendang Guro-guro Aron
Wabup Lom Lom Suwondo mengajak pemuda Deliserdang melestarikan Gendang Guro-guro Aron di Desa Sibunga-Bunga...
Wabup Resmikan Majelis Dzikir Daarul Istiqomah di Bilah Barat
Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri ST meresmikan Majelis Dzikir Daarul Istiqomah di Desa Tebing Linggahara; r...
Sosialisasi Perda Persampahan Medan Nomor 7/2024
Anggota DPRD Medan Tia Ayu sosialisasi Perda No.7/2024 tentang pengelolaan sampah pada 14 Juni; sekitar 1.00...
TOTK Lake Toba 2026 di Samosir Berakhir Sukses, Ribuan Pelari Ikut
TOTK Lake Toba 2026 di Samosir resmi ditutup, diikuti ribuan pelari dari 34 negara; penyerahan hadiah digela...
TTI Soroti Keterlambatan Tender RS Regional Tapaktuan Rp13,8 Miliar
TTI mendesak penjelasan soal keterlambatan tender RS Regional Tapaktuan Rp13,8 miliar TA 2026 dan minta peng...
Kapolda Aceh Rotasi Pejabat, Kasatreskrim Aceh Selatan Diganti
Kapolda Aceh melantik pejabat baru; Kasatreskrim Aceh Selatan diganti lewat Surat Telegram ST/311 tanggal 11...