BP2MI Sumut Tinjau MCU CPMI G to G Jepang di RS PHC Medan
Medan — Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sumatera Utara, Kombes Pol. Budi Novijanto, meninjau pelaksanaan Medical Check Up (MCU) tahap I bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) Program Government to Government (G to G) Jepang, Rabu (8/7) di RS PHC Medan, Kecamatan Medan Belawan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pemeriksaan kesehatan memenuhi standar negara tujuan dan ketentuan yang berlaku.
Tujuan peninjauan
Budi hadir bersama jajaran BP2MI Sumut. Mereka disambut Direktur Utama RS PHC Medan, Aprilla Dwison, dan manajemen rumah sakit. Peninjauan bertujuan memantau setiap tahapan MCU agar proses penempatan berlangsung aman dan profesional.
Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran RS PHC Medan yang telah menerima kunjungan kami. Sebenarnya kami memang sudah lama merencanakan untuk melihat secara langsung proses medical check up di sini. Kebetulan ada kesempatan, sehingga hari ini kami bisa menyaksikan langsung bagaimana tahapan pemeriksaan kesehatan bagi adik-adik kita yang akan berangkat bekerja ke luar negeri.
Proses dan standar pemeriksaan
Budi menegaskan pemeriksaan kesehatan adalah salah satu tahapan paling krusial dalam penempatan pekerja migran. BP2MI memastikan setiap CPMI mendapat layanan yang profesional dan sesuai standar negara tujuan.
Medical check up merupakan persyaratan utama sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Karena itu kami berharap RS PHC Medan terus membantu kami memberikan layanan pemeriksaan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh calon pekerja migran.
Tim medis di RS PHC Medan melakukan serangkaian tes dasar dan spesifik sesuai rujukan G to G Jepang. Pemeriksaan mencakup evaluasi kondisi fisik umum dan pemeriksaan tambahan bila diperlukan. Hasil MCU menjadi salah satu syarat utama proses keberangkatan.
Ekspansi kerja sama negara tujuan
Budi menyampaikan saat ini MCU di RS PHC Medan masih didominasi oleh peserta program G to G Jepang. Namun BP2MI sedang menyiapkan perluasan kerja sama ke negara lain seperti Korea Selatan dan Jerman.
Pemerintah juga disebut tengah menjajaki kerja sama dengan sekitar 20 negara. Tujuannya membuka lebih banyak peluang penempatan melalui skema resmi G to G.
Dampak dan harapan
Budi menilai layanan kesehatan bukan sekadar memastikan kondisi fisik calon pekerja. Layanan itu juga memberi jaminan kepada negara tujuan bahwa pekerja Indonesia berangkat dalam keadaan sehat. Kolaborasi antara BP2MI Sumut dan RS PHC Medan diharapkan berkembang seiring peningkatan jumlah penempatan.
Dia menambahkan harapan agar perluasan kerja sama membuka lebih banyak kesempatan kerja dan membantu menekan angka pengangguran, khususnya di Sumatera Utara. Dengan standar pemeriksaan yang kuat, proses penempatan diharapkan berjalan lancar dan aman bagi semua pihak.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pelapor Minta SP2HP soal Dugaan Korupsi PSR Labura ke Bareskrim
Pelapor minta SP2HP dan kepastian hukum setelah kasus dugaan korupsi PSR Labura dipindah ke Bareskrim; belum...
Aceh Perkuat Sinergi Pusat untuk Pemulihan Infrastruktur Gayo Lues
Wagub Aceh dan Bupati Gayo Lues ajukan prioritas perbaikan jembatan dan jalan ke Kementerian PUPR untuk pemu...
Banda Aceh Ajukan Perubahan APBK 2026, Pendapatan Naik Rp201,95 M
Wali Kota Illiza serahkan RKUA-PPAS Perubahan APBK 2026 ke DPRK; pendapatan direncanakan naik Rp201,95 milia...
Santri Aceh Besar Borong Juara Lomba Public Speaking
Santri Aceh Besar meraih seluruh juara lomba public speaking di Hotel Madinatuz Zahra, 23/8, menunjukkan kem...
Banjir Medan: Rumah di Jalan Brigjen Katamso Terendam Lebih 1 Meter
Permukiman di Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun, terendam banjir Senin malam; warga laporkan genangan lebi...
Pendiri YPDA: UDA Berdiri di Atas Tanah Ahli Waris, Eksekusi Menanti
Pendiri YPDA, Reny Pardede, menyatakan UDA berdiri di atas tanah ahli waris DR TD Pardede; eksekusi aset men...