Kapolda Sumut Whisnu Hermawan: Jaga Keamanan, Tekan Peredaran Narkoba
Medan — Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, menjadi figur kunci dalam meredam keresahan akibat peredaran narkoba dan ancaman kejahatan lain sejak penunjukannya sebagai Kapolda ke-24 pada Juni 2024. Lewat operasi terpadu dan pendekatan kemasyarakatan, ia menegaskan kehadiran negara dan menenangkan publik di berbagai kabupaten dan kota.
Langkah cepat menekan peredaran narkoba
Empat bulan lalu, gelombang kecemasan warga terhadap peredaran narkoba memuncak. Menanggapi itu, Whisnu mengerahkan operasi besar secara serentak di sepuluh daerah di Sumatera Utara. Jaringan bandar besar diguncang sehingga ketegangan masyarakat perlahan mereda.
Operasi itu dilakukan agar tidak ada ruang aman bagi pelaku, baik di malam hari maupun siang hari. Tindakan cepat ini juga mengantisipasi potensi eskalasi seperti kerusuhan massa yang sempat terjadi di kabupaten lain.
Dekat dengan masyarakat dan budaya lokal
Selain ketegasan, Whisnu dikenal dekat dengan warga. Ia mengatakan keluarga dan ikatan budaya membantu membentuk cara kepemimpinannya. Kedekatannya dengan masyarakat Batak membuatnya melihat Sumatera Utara bukan sekadar wilayah tugas, melainkan bagian dari kehidupan keluarga.
'Separuh diri saya lama sudah seperti Batak,'
Whisnu menegaskan pentingnya fondasi keluarga dalam menjalankan tugasnya.
'Keluarga yang kuat adalah fondasi utama. Syukur keluarga saya solid, karena itu saya bisa fokus memimpin Polda Sumut ini,'
Penghargaan dan pengakuan atas pengabdian
Selama memimpin Polda Sumut, Whisnu menerima sejumlah penghargaan sebagai pengakuan atas dedikasi dan programnya. Pada November 2025 ia dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama oleh Kapolri. Pada Maret 2026 namanya tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2026 sebagai penerima Satyalancana Wira Karya terkait dukungan program pangan. Kemudian, awal Juli 2026 Whisnu menerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden.
Penghargaan itu menandai peran Whisnu tidak hanya di bidang penegakan hukum, tetapi juga kontribusi dalam program sosial dan ketahanan pangan.
Tantangan yang terus berubah
Meski berbagai langkah sudah diambil, Whisnu mengingatkan bahwa kejahatan tidak pernah benar-benar tidur. Bentuk ancaman terus berubah dan keresahan publik bisa muncul kapan saja. Karena itu, kombinasi tindakan tegas di lapangan dan pendekatan kemasyarakatan tetap menjadi prioritas Polda Sumut.
Dengan pengalaman reserse puluhan tahun, Whisnu menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, bukan hanya memberi arahan dari balik meja. Bintang di pundaknya, menurutnya, adalah tanda tanggung jawab untuk terus menerangi jalan pengabdian demi keamanan warga Sumatera Utara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polres Pematangsiantar Tangkap Pemuda 18 Tahun Pemilik 8 Butir Ekstasi
Polres Pematangsiantar menangkap NIZD (18) di Jl. Sisingamangaraja, mengamankan delapan butir ekstasi dan sa...
Ketua TP PKK Aceh Silaturahmi dengan IMA Makassar
Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir melakukan silaturahmi dengan IMA Makassar pada 8 Juli untuk memperkuat keb...
Koperasi Ambil Alih 4.773,90 Ha Lahan PT CSIL di Asahan
Koperasi Bintang Tani menguasai 4.773,90 ha lahan PT CSIL di Asahan sebagai tindak lanjut putusan MA; perusa...
Medan: Dua Mahasiswa Ditangkap Jual Ganja, KPK Geledah Langkat
Polrestabes Medan menangkap dua mahasiswa penjual ganja; KPK menggeledah sejumlah kantor di Langkat pada 8 J...
Adolina FC Menang Tipis 5-4 atas Korpri Dambaan di Perbaungan
Adolina FC menekuk Korpri Dambaan 5-4 dalam laga persahabatan 7 Juli di Lapangan Batang Terap; Wakil Bupati...
Pemangku Ulayat: Dengarkan Perempuan Dairi, Jangan Jadi Alat Kampanye
Pemangku Hak Ulayat dan tokoh perempuan Dairi minta klaim dampak investasi diuji lapangan dan suara perempua...