Pemerintah Tambah Kuota Magang Nasional Jadi 150 Ribu pada 2026
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan meningkatkan kuota program magang nasional menjadi 150 ribu peserta pada 2026. Kebijakan ini ditujukan bagi lulusan baru agar mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan sebelum memasuki dunia industri. Program berjalan sejak 2024 dan akan diperluas untuk mempertemukan lulusan dengan instansi pemerintah dan perusahaan swasta di berbagai daerah.
Rincian program dan capaian sejauh ini
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyampaikan bahwa hingga akhir 2025 program telah menjangkau 100 ribu peserta. Peserta yang terlibat merupakan lulusan baru periode 2024–2025 yang ditempatkan di beragam sektor dan lokasi penempatan.
"Alhamdulillah kita ambil 100 ribu orang, anak-anak yang baru lulus. Mereka kita beri pekerjaan atau magang di suatu instansi, baik swasta maupun pemerintah," kata Afriansyah dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Program ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja dengan tujuan mengurangi kesenjangan keterampilan sekaligus mempercepat adaptasi lulusan baru terhadap budaya kerja profesional.
Skema pelaksanaan dan insentif
Setiap peserta mengikuti program magang selama enam bulan dengan pendampingan mentor profesional yang sesuai bidang kerja masing-masing. Selain pembelajaran on-the-job, peserta menerima kompensasi dari pemerintah.
"Peserta magang menjalani pelatihan enam bulan bersama mentor profesional sesuai bidang pekerjaan masing-masing. Mereka juga menerima insentif pemerintah sebesar UMP sesuai daerah penempatan selama mengikuti program magang nasional," ujar Afriansyah.
Insentif disesuaikan dengan upah minimum provinsi (UMP) di lokasi penempatan, sehingga peserta mendapat dukungan finansial selama masa magang.
Dampak, tujuan, dan langkah ke depan
Peningkatan kuota menjadi 150 ribu pada 2026 dimaksudkan untuk memperluas kesempatan kerja sementara sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah melihat program ini sebagai solusi jangka pendek untuk penyerapan tenaga kerja sekaligus investasi pengembangan keterampilan tenaga kerja muda.
"Jadi untuk tahun 2026, melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga membuka insyaallah lowongan sekitar 150 ribu. Jadi dari 100 ribu naik menjadi 150 ribu," kata Afriansyah.
Ke depan, implementasi perlu dipantau dari segi kecocokan penempatan, kualitas mentoring, dan kesinambungan pekerjaan setelah magang. Jika berhasil, program ini berpotensi menjadi model bagi peningkatan lapangan kerja dan penguatan link-and-match antara dunia pendidikan dan industri di Indonesia.
Berita Terkait
Puan: Pertumbuhan Ekonomi Tak Hanya soal PDB
Puan Maharani minta pertumbuhan ekonomi tak hanya fokus pada PDB, tapi juga ciptakan lapangan kerja dan ting...
Prabowo Targetkan Rupiah Rp16.800–Rp17.500 pada 2027
Presiden Prabowo menargetkan rupiah Rp16.800–Rp17.500 per USD pada 2027, bagian dari KEM-PPKF RAPBN 2027 unt...
Prabowo Tegaskan Pentingnya Pelajari Sejarah untuk Ekonomi RI
Presiden Prabowo minta bangsa belajar sejarah untuk menjaga kemandirian dan kehormatan ekonomi Indonesia pad...
Puan: Kehadiran Prabowo Tanda Keseriusan Capai Kesejahteraan
Puan sebut kehadiran Presiden Prabowo di Rapat Paripurna 20 Mei 2026 penting untuk penyampaian KEM-PPKF RAPB...
DPR Ingatkan Tantangan Rokok Ilegal saat Usulan Lapisan Cukai
Ketua Komisi XI DPR ingatkan pentingnya segera atasi rokok ilegal saat wacana penambahan lapisan tarif cukai...
Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,8–6,5% pada 2027
Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8–6,5% dengan APBN yang defisitnya dijaga ma...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!