Tim Hisab Rukyat Kemenag 2026 Resmi Dikukuhkan
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengukuhkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026 pada Kamis, 14 Mei 2026, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Pengukuhan bertujuan memperkuat sinergi penentuan awal bulan Hijriyah menjelang Sidang Isbat awal Dzulhijjah 1447 H yang dijadwalkan Ahad, 17 Mei 2026.
Pengukuhan dan tujuan
Pengukuhan dilakukan untuk menghadirkan kepastian waktu ibadah yang selaras antara syariat dan ilmu pengetahuan. Tim ini juga dimaksudkan untuk memperkuat komunikasi lintas organisasi Islam dan lembaga terkait.
"Penentuan awal bulan Hijriyah bukan sekadar urusan teknis penanggalan. Tetapi juga menyangkut aspek keyakinan dan kebersamaan sosial," kata Menag Nasaruddin Umar saat acara pengukuhan dan rapat kerja.
Dasar hukum dan legitimasi
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menyampaikan bahwa pembentukan tim tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 208 Tahun 2026. Keputusan itu dipilih agar hasil penetapan memiliki legitimasi keagamaan dan dasar ilmiah yang kuat.
"Pendekatan ini penting agar keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi keagamaan sekaligus dasar ilmiah yang kuat," ujar Abu Rokhmad.
Susunan dan keberagaman anggota
Tim Hisab Rukyat disusun melibatkan berbagai unsur, dari lembaga pemerintah hingga ormas Islam dan akademisi. Kehadiran berbagai pihak dimaksudkan untuk mengakomodasi beragam pendekatan hisab dan rukyat di tanah air.
- Unsur lembaga: Mahkamah Agung, BRIN, BMKG
- Organisasi keagamaan: Majelis Ulama Indonesia dan berbagai ormas Islam
- Pakar dan akademisi: pakar astronomi, akademisi, pimpinan pondok pesantren, tokoh hisab rukyat nasional
Dalam susunan tim yang ditetapkan, Arsad Hidayat ditunjuk sebagai ketua dan Lubenah sebagai sekretaris. Nama-nama ulama dan saintis nasional tercantum sebagai anggota aktif.
Beberapa nama anggota
Di antara tokoh yang masuk dalam tim terdapat ulama dan para saintis terkemuka:
- Ulama: Abdullah Jaidi, Sirril Wafa, Zufar Bawazir, Marzuqi Ahal
- Saintis dan akademisi: Thomas Djamaluddin, Cecep Nurwendaya, Susiknan Azhari, Ahmad Izuddin
Persiapan Sidang Isbat
Tim dipersiapkan bekerja intensif menjelang Sidang Isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H pada 17 Mei 2026. Peran tim diharapkan memberikan data hisab dan observasi rukyat yang komprehensif untuk mendukung keputusan Sidang Isbat.
Dengan struktur lintas disiplin dan institusi, Kementerian Agama berharap keputusan penetapan awal bulan Hijriyah mendatangkan kemaslahatan sekaligus menghormati keberagaman pendekatan yang ada di masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...