Ekonomi

Third Space Signature Bandung Pertahankan Pelanggan Lewat Rasa

Bagikan:
Interior Third Space Signature Bandung dengan area semioutdoor, ruang ber-AC, dan menu mi yamien

Third Space Signature di Bandung memilih strategi mempertahankan pelanggan melalui kualitas rasa dan pelayanan yang konsisten. Pemilik Ginnot Purnomo menyampaikan hal ini dalam wawancara, Sabtu, 30 Mei 2026, saat menegaskan peran tempat tersebut sebagai ruang berkumpul setelah rumah dan kantor. Tempat ini mengombinasikan menu Nusantara dengan suasana nyaman untuk keluarga, teman, dan rekan kerja.

Konsep tempat ketiga

Third Space Signature mengusung konsep tempat ketiga, yaitu ruang alternatif selain rumah dan tempat kerja. Konsep ini dirancang agar pengunjung merasa betah untuk bersantai maupun beraktivitas ringan. Menurut pemilik, konsep yang jelas membantu membangun identitas dan hubungan emosional dengan pelanggan.

Jadi memang disebut salah satu tempat ketiga. Setelah bekerja dan di rumah, orang bisa berkumpul di sini.

Menu andalan dan variasi

Third Space menawarkan beragam menu Nusantara dan hidangan khas Jawa Barat. Beberapa pilihan populer meliputi:

  • Mi yamien (varian manis dan asin)
  • Surabi
  • Kopi
  • Es campur

Ginnot menyebut mi yamien sebagai salah satu menu yang paling sering dipesan. Penyajian dalam rasa manis dan asin memberi variasi bagi pelanggan dengan preferensi berbeda.

Mungkin kalau di Bandung ada yamien. Itu salah satu menu yang banyak dicari pelanggan.

Fasilitas dan layanan

Selain menu, Third Space Signature menonjolkan fasilitas untuk kenyamanan pengunjung. Tersedia ruang ber-AC, area semioutdoor, dan ruang pertemuan untuk komunitas atau korporasi. Fasilitas ini mendukung fungsi tempat sebagai lokasi berkumpul dan bekerja santai.

Pemilik menekankan bahwa selain cita rasa, pelayanan menjadi faktor penting dalam mempertahankan loyalitas. Ia mengingatkan pelaku usaha untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Jangan pernah menipu pelanggan dan tetap berusaha. Kalau usaha F&B, pertahankan rasa yang sudah dipercaya.

Sejenak soal bakmi dan mie ayam

Artikel ini juga menyinggung sejarah singkat bakmi di Indonesia. Menurut pakar bakmie Tirta Lie, hidangan ini berasal dari China dan bertransformasi menjadi mie ayam setelah bahan daging diganti menjadi ayam. Di Jakarta, menurutnya, beragam varian bakmi berkumpul dan berkembang pesat.

Ya jadi kalau boleh saya katakan, Jakarta ini kota berkumpulnya seluruh bakmi. Apalagi untuk mie ayam, di Jakarta adalah tempatnya.

Dengan persaingan kuliner yang ketat di Bandung, Third Space Signature memilih fokus pada konsistensi rasa dan kualitas layanan. Langkah ini diharapkan mempertahankan pelanggan lama sekaligus menarik pengunjung baru.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait