Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Ditemukan Tewas
Perbaungan — Seorang remaja berusia 15 tahun, DY warga Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, ditemukan meninggal setelah tiga hari dilakukan pencarian. Jasad DY ditemukan mengapung di pesisir Dusun XI, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Minggu (5/7) sekitar pukul 06.00 WIB.
Kronologi kejadian
Peristiwa bermula pada Jumat (3/7) sekitar pukul 18.00 WIB. DY bersama enam rekannya mandi di aliran Sungai Ular, tepatnya di bawah jembatan jalur kereta api Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan.
Tiba-tiba korban terseret arus deras. Rekan-rekannya mencoba menolong dengan menarik rambut korban, namun upaya itu gagal dan DY terbawa arus hingga tenggelam.
Upaya pencarian
Tim SAR Provinsi Sumatera Utara dan personel kepolisian segera melakukan pencarian setelah laporan kejadian. Pencarian berlangsung selama tiga hari namun korban belum ditemukan pada hari-hari pertama.
Pencarian akhirnya berbuah hasil ketika dua nelayan setempat, Tono (60) dan Syaiful (60), menemukan jasad yang mengapung saat hendak berangkat melaut. Mereka melaporkan temuannya ke Kepala Dusun lalu ke Kepala Desa, hingga personel Polsek Pantai Cermin dan Tim SAR merespons.
Evakuasi dan identifikasi
Kapolres Serdang Bedagai melalui Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, membenarkan penemuan jenazah dan proses identifikasi. Pihak keluarga yang diwakili oleh Handoyo tiba di lokasi dan mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut adalah DY.
“Pihak keluarga, yang diwakili oleh Pak Handoyo, sudah tiba di lokasi penemuan dan mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut benar adalah DY,” ujar AKP Bringin Jaya.
Setelah dievakuasi oleh Tim SAR dan polisi, jenazah dibawa ke RSU Sawit Indah untuk keperluan Visum Et Repertum, didampingi pihak keluarga dan Bhabinkamtibmas.
Respon keluarga dan langkah akhir
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak proses otopsi dengan menandatangani surat pernyataan resmi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Imbauan polisi
Polisi mengimbau agar orang tua lebih mengawasi anak-anak, khususnya di bantaran sungai dan wilayah perairan. AKP Bringin Jaya mengingatkan risiko dari cuaca ekstrem dan potensi banjir atau luapan arus yang dapat terjadi tiba-tiba.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh orang tua agar lebih berhati-hati, waspada, dan peduli terhadap kegiatan anak-anaknya. Jangan biarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di bantaran sungai atau wilayah perairan terlebih anak di bawah umur,” pungkas AKP Bringin Jaya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Nenek 72 Tahun Ditemukan Meninggal di Parit Perkebunan Simalungun
Hermin Lasih Silalahi (72) ditemukan meninggal di Parit Gajah PTPN IV Marihat pada 4 Juli 2026 setelah dilap...
Sidang INALUM: Penjualan Aluminium Alloy Diduga Wanprestasi
Dalam sidang Medan, PT INALUM menyatakan penjualan Aluminium Alloy ke PT PASU lebih tepat sebagai wanprestas...
Kebakaran Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur, Api Sulit Dipadamkan
Sumur minyak tradisional di Lhok Leumak, Aceh Timur meledak dan terbakar Minggu; Damkar dan polisi dikerahka...
Situs Legenda Eluh Bru Tinambunen di Ulumerah Terancam Kering
Situs legenda Eluh Bru Tinambunen di Ulumerah dilaporkan kering dan tak terawat; warga serta pemerintah dido...
Pendidikan Diniyah Kunci Bentuk Karakter Generasi Banda Aceh
Musriadi Aswad: Pendidikan Diniyah dan muatan lokal penting untuk membentuk karakter generasi Banda Aceh di...
Banda Aceh Lepas Tim U-10 dan U-12 ke Piala Presiden 2026
Ketua DPRK Banda Aceh melepas SSB Barona dan Lambuk FA Sabtu (4/7) menuju Festival Piala Presiden 2026 di Yo...