Taruna Ikrar Dorong Sinergi Kampus–Industri–Pemerintah untuk SDM Unggul
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya sinergi antara kampus, industri, dan pemerintah untuk mencetak SDM unggul. Pernyataan itu disampaikan saat ia memberi kuliah umum di Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya pada 15 Juni 2026. Acara dihadiri rektor, jajaran pimpinan, dosen, mahasiswa, serta mitra industri dan pejabat BPOM setempat.
Masa depan SDM dan sektor strategis
Taruna mengatakan masa depan ekonomi Indonesia tidak lagi bergantung pada sumber daya alam semata, melainkan pada kualitas manusia. Ia menyoroti kebutuhan penguasaan ilmu, teknologi, riset, dan kewirausahaan sebagai kunci daya saing nasional.
Menurutnya, beberapa sektor akan menentukan posisi Indonesia di kancah global:
- kesehatan dan farmasi
- pangan dan kosmetik
- obat bahan alam dan bioteknologi
- ekonomi digital dan teknologi informasi
"Bonus demografi harus diubah menjadi bonus produktivitas. Kuncinya pendidikan berkualitas, riset berdampak, dan kolaborasi kuat antara akademisi, dunia usaha, serta pemerintah,"
Konsep ABG dan langkah kolaborasi
Taruna mendorong penerapan konsep ABG (Academic, Business, Government) sebagai kerangka kerja. Ia menyebut contoh konkret kerja sama antara Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, PT Harsen Laboratories, dan PT Nose Herbal Indo.
Ruang kerja sama yang disepakati meliputi penelitian bersama, program magang industri, peningkatan kompetensi mahasiswa, pengembangan produk inovatif, dan peluang komersialisasi hasil riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Respons industri dan perguruan tinggi
Managing Director PT Harsen Laboratories, Elsyeida Napitupulu, memberi sambutan positif terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai sinergi tiga pihak penting untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
"Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang kolaborasi seperti ini. Kampus menghasilkan talenta dan inovasi, industri menghadirkan pengalaman serta kebutuhan pasar, sementara pemerintah menciptakan regulasi yang mendukung,"
Co-Founder PT Nose Herbal Indo, Kim, menambahkan bahwa kekayaan biodiversitas memberi peluang besar bagi pengembangan produk herbal dan kesehatan.
Rektor UHW Perbanas Surabaya, Lutfi, mengatakan kehadiran Taruna menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan berinovasi.
"Ilmu, integritas, dan kerja keras dapat mengantarkan anak bangsa menjadi tokoh yang diperhitungkan di dunia internasional,"
Dampak dan prospek
Acara ini menjadi simbol kuat upaya membangun ekosistem kolaboratif antara kampus, industri, dan pemerintah. Dengan implementasi ABG, Taruna optimistis Indonesia dapat melahirkan lebih banyak inovator, ilmuwan, profesional, dan pengusaha yang menggerakkan industri kesehatan, pangan, dan ekonomi menuju target Indonesia Emas 2045.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Rencanakan Pemangkasan Kuota BBM Subsidi 2027
Pemerintah berencana memangkas kuota BBM subsidi menjadi 20,09 juta kl pada 2027, sambil menaikkan alokasi a...
Mendagri Koordinasi Percepatan Penanganan Dampak Gempa NTT
Mendagri Tito Karnavian terus koordinasi percepatan penanganan gempa NTT, fokus evakuasi, listrik, dan distr...
Mendagri Waspadai Gempa Susulan di NTT, Penanganan Dimulai di Pelabuhan
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan potensi gempa susulan di NTT; Kementerian PU akan asesmen kerusakan di...
Seskab: 253 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke NTT
Seskab Teddy menyatakan pemerintah telah mengirimkan 253 ton bantuan logistik ke NTT; lima pesawat berangkat...
BMKG: 2.768 Gempa Susulan Guncang Flores Setelah M7,7
BMKG mencatat 2.768 gempa susulan setelah gempa M7,7 di Flores hingga 19 Agustus 2026; terbesar M6,2, 81 kej...
KPK: Korupsi Tak Selalu Berbentuk Uang, Bisa Lewat Kebijakan
KPK mengingatkan korupsi tak selalu berbentuk uang; kebijakan yang dimanipulasi bisa merugikan publik dan li...