Nasional

Pemerintah Targetkan Perbaikan MBG Rampung dalam 1-2 Bulan

Bagikan:
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan target pembenahan program MBG

Pemerintah menargetkan pembenahan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selesai dalam waktu satu hingga dua bulan. Pernyataan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada konferensi pers terkait Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat, 14 Agustus 2026.

Target dan cakupan pembenahan

Pemerintah memprioritaskan perbaikan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), khususnya Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Maluku. Penanganan awal difokuskan untuk daerah yang dinilai paling membutuhkan agar layanan MBG segera berjalan efektif.

"Kita minta waktu dua bulan, kita akan menyelesaikan 3T, NTT, Papua, Maluku yang sangat memerlukan. Itu kita akan selesaikan dalam satu bulan ini,"

Sasaran penerima dan infrastruktur layanan

Pemerintah juga menargetkan penyelesaian penyaluran MBG bagi ibu hamil dan ibu balita. Zulkifli menyebut kelompok ini mencapai sekitar 11 juta penerima, sehingga menjadi prioritas distribusi segera.

Selain distribusi, ada pembangunan titik layanan baru yang masih harus diselesaikan. Pemerintah mencatat perlu menuntaskan sekitar 13.000 titik layanan, sebagian besar berada di Pulau Jawa. Pembangunan tambahan ini diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua bulan.

SLHS dan kesiapan SPPG

Sebanyak 7.000–8.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum menyelesaikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemerintah memintakan waktu yang sama untuk penyelesaian sertifikasi ini agar standar higienis layanan terpenuhi.

"Serta menyelesaikan ada 7.000-8.000 SPPG yang belum menyelesaikan SLHS-nya, kita minta waktu 2 bulan. Insyaallah MBG satu hingga dua bulan mendatang akan semakin bagus, sesuai dengan harapan masyarakat,"

Evaluasi dan tindak lanjut

Zulkifli mengakui pelaksanaan program MBG sebelumnya menghadapi sejumlah masalah di berbagai daerah. Pemerintah telah melakukan evaluasi dan menindak temuan yang dianggap bermasalah.

"Kami minta maaf hampir 1 tahun lebih, gonjang-ganjing luar biasa terjadi di sana-sini. Kami terus-menerus pada waktu itu, hampir semua Kementerian menemukan beberapa kejanggalan dan sudah diambil tindakan,"

Dengan langkah perbaikan yang terfokus—mulai dari wilayah 3T, target kelompok rentan, hingga sertifikasi layanan—pemerintah berharap efektivitas MBG meningkat dalam bulan-bulan mendatang. Pemantauan dan evaluasi lanjutan akan menentukan kelanjutan pelaksanaan program serta perluasan cakupan layanan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait