Kemenperin Targetkan Industri Keramik Masuk Empat Besar Dunia
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan pemerintah menargetkan industri keramik nasional masuk empat besar produsen dunia. Pernyataan itu disampaikan di Tangerang, Kamis, 4 Juni 2026, dan didasari kapasitas produksi besar, tenaga kerja, serta kebijakan yang mendukung ekspansi dan daya saing.
Kapasitas produksi dan utilisasi
Kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional mencapai 650 juta meter persegi per tahun pada 2025 dengan tingkat utilisasi sekitar 73 persen. Industri ini menyerap lebih dari 150 ribu tenaga kerja dan menunjukkan tren peningkatan kapasitas sejak 2021.
| Year | Kap. Produksi (juta m2/th) | Utilisasi (%) |
|---|---|---|
| 2021 | 538 | - |
| 2025 | 650 | 73 |
| 2026 (proyeksi) | 672 | 72.5 (semester I) |
| 2029 (proyeksi) | 728 | - |
Kinerja dan peran subsektor
Faisol menyebut subsektor barang galian bukan logam, yang meliputi keramik, tumbuh 9,12 persen pada Triwulan I 2026. Pertumbuhan ini menempatkan subsektor tersebut sebagai salah satu penggerak utama sektor industri pengolahan.
"Industri keramik nasional memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan meningkatkan posisinya dalam rantai pasok global. Dengan dukungan kapasitas produksi yang besar, sumber daya manusia yang kompeten, serta kebijakan pemerintah yang berpihak pada industri dalam negeri,"
Kebijakan pendukung dan transformasi
Pemerintah menjaga iklim usaha melalui kebijakan seperti HGBT, SNI wajib, pengamanan perdagangan, serta penguatan TKDN. Kemenperin juga mendorong transformasi lewat digitalisasi dan penerapan Standar Industri Hijau.
- HGBT
- SNI wajib
- Pengamanan perdagangan
- Penguatan TKDN
- Digitalisasi dan industri hijau
"Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi transformasi industri keramik melalui penerapan Standar Industri Hijau, digitalisasi proses produksi, peningkatan penggunaan teknologi manufaktur modern,"
Proyeksi, investasi, dan pasar domestik
Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto mencatat penambahan kapasitas sejak 2020 hingga 2029 menyerap investasi lebih dari Rp25 triliun dan menciptakan lebih dari 20 ribu lapangan kerja baru. ASAKI memproyeksikan kapasitas mencapai 672 juta m² pada 2026 dan 728 juta m² pada 2029.
"Ini menunjukkan tren yang berlawanan dengan industri keramik dunia yang mengalami penurunan produksi sejak 2021. Industri keramik Indonesia justru terus tumbuh dan memperkuat kapasitasnya,"
Faisol juga mengingatkan konsumsi keramik domestik masih rendah, sekitar 2,5 m² per kapita, di bawah rata-rata ASEAN. Kondisi ini menandakan pasar domestik masih punya ruang pertumbuhan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar.
Dengan kombinasi kapasitas produksi, kebijakan pendukung, dan proyeksi permintaan, pemerintah dan pelaku industri optimistis posisi global Indonesia terus naik menuju target empat besar dunia.
Berita Terkait
Rupiah Tembus Rp18.023 per USD, Sentimen Geopolitik Jadi Pemicu
Rupiah melemah ke Rp18.023 per USD pada 4 Juni 2026, dipicu sentimen negatif akibat ketegangan AS-Iran meski...
Syngenta Luncurkan MIRAVIS Duo® untuk Padi Dukung Swasembada Beras
Syngenta meluncurkan MIRAVIS Duo® berbasis ADEPIDYN™ di Cilacap (4 Juni) untuk lindungi padi dan dorong swas...
Rupiah Melemah, Ditutup di Rp18.049 per Dolar AS
Rupiah ditutup melemah 0,46% ke Rp18.049 per dolar AS, tertekan sentimen geopolitik, data pekerjaan dan PMI...
IHSG Anjlok ke 5.839,78, Pasar Tertekan Ketegangan Global
IHSG ditutup melemah ke 5.839,78 (-1,7%) pada 4 Juni 2026, terdorong ketegangan global, kebijakan perdaganga...
BI Buka Suara Usai Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar
Destry Damayanti: rupiah tembus Rp18.000 karena tensi geopolitik dan arus modal keluar; BI tingkatkan interv...
Kemenperin Dorong Transformasi Industri di BRICS PartNIR 2026
Kemenperin ikut BRICS PartNIR 2026 di Xiamen untuk percepat transformasi industri lewat digitalisasi, manufa...