Ekonomi

Pemerintah Targetkan 125 Event Pariwisata Daerah pada 2026

Bagikan:
Kerumunan pengunjung di festival pariwisata daerah dengan stan kuliner dan panggung

Pemerintah Republik Indonesia125 event pariwisata daerah sepanjang 2026. Target ini diumumkan untuk mempercepat perputaran ekonomi lokal setelah keberhasilan agenda sebelumnya, dan akan dilaksanakan di berbagai provinsi di seluruh nusantara.

Tujuan dan latar belakang target

Rencana peningkatan jumlah festival disampaikan oleh Aditya Laksmana, Tenaga Ahli Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI. Menurutnya, penambahan agenda dimaksudkan untuk memacu ekonomi daerah dan mendorong pemulihan pascapandemi.

Angka target naik setelah catatan sebelumnya mencapai 98 agenda. Pemerintah berharap ekspansi menjadi 125 event menciptakan multiplier effect yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Data dan dampak ekonomi

Hingga kini, penyelenggaraan 38 festival perdana tercatat menghasilkan perputaran uang sebesar Rp86 miliar. Hasil ini dipandang sebagai indikator kuat bahwa daya beli masyarakat dan antusiasme wisatawan mulai pulih.

Selain itu, Kementerian Pariwisata mencatat lonjakan wisatawan mancanegara yang menembus lebih dari 4 juta kunjungan pada awal tahun. Tren ini berkontribusi pada pemasukan devisa hingga puluhan triliun rupiah dalam empat bulan pertama.

Sektor yang paling terdampak

Menurut Aditya, sektor usaha yang paling merasakan efek langsung dari kegiatan ini adalah kuliner, transportasi lokal, dan akomodasi. Karakter perputaran modal yang cepat membuat pelaku usaha mikro langsung merasakan manfaat.

"Sektor usaha yang paling terdampak adalah kuliner, kemudian juga transportasi, dan juga akomodasi."

Aditya menambahkan bahwa sifat industri pariwisata memang menghasilkan perputaran ekonomi yang relatif singkat.

"Sektor pariwisata ini kan sebenarnya sektor yang memang perputaran ekonominya ini cepat."

Langkah pemerintah dan kerja sama lintas lembaga

Untuk merealisasikan target 125 agenda, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kementerian terkait. Intervensi kebijakan difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan serta promosi digital yang masif dan berkelanjutan.

Penyiapan fasilitas pendukung dan kampanye pemasaran diarahkan agar setiap event memberi manfaat langsung bagi komunitas lokal dan usaha mikro kreatif.

Prospek dan tantangan ke depan

Seluruh instansi terkait kini berkonsentrasi mengawal sisa agenda tahunan agar berjalan sesuai rencana kerja. Keberhasilan target tersebut bergantung pada sinergi pelaksanaan di lapangan dan kesiapan infrastruktur di daerah.

Jika momentum ini terjaga, program diharapkan dapat memperkuat kebangkitan ekonomi kreatif di berbagai pelosok nusantara dan meningkatkan distribusi manfaat ekonomi ke tingkat akar rumput.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait