Aceh Percepat Pelaksanaan Tambahan TKD 2026 Rp824,90 Miliar
BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mempercepat pelaksanaan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana hidrometeorologi. Pengumuman ini disampaikan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, pada Senin, 20 Juli 2026, sebagai tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri.
Ringkasan anggaran dan paket kegiatan
Pemerintah Aceh mengalokasikan Rp824,90 miliar untuk 766 paket kegiatan yang dikelola oleh 14 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Percepatan pelaksanaan dilakukan merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang penyesuaian transfer untuk daerah terdampak bencana.
Progres fisik dan pengadaan
Berdasarkan rekapitulasi hingga 16 Juli 2026, pelaksanaan fisik telah dimulai pada sejumlah paket. Sebanyak 346 paket (45,2%) senilai Rp337,29 miliar (40,9%) sudah memasuki tahap pelaksanaan fisik.
Dari sisi pengadaan barang dan jasa, proses pemilihan penyedia selesai pada 447 paket (58,4%) dengan nilai Rp570,92 miliar (69,2%). Selanjutnya, 379 paket senilai Rp546,25 miliar sudah menandatangani kontrak, sehingga pekerjaan fisik di lapangan diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa minggu mendatang.
Realisasi keuangan dan capaian daerah
Sampai pencatatan terakhir, realisasi keuangan mencapai Rp98,79 miliar atau sekitar 11,98% dari total anggaran. Pemerintah Aceh menilai angka ini akan terus naik seiring percepatan pekerjaan fisik dan penyelesaian proses pengadaan.
Di tingkat kabupaten/kota, realisasi Tambahan TKD tercatat Rp27,32 miliar (2,4%). Rinciannya meliputi:
- Pendidikan: Rp2,95 miliar (0,3%)
- Infrastruktur: Rp6,94 miliar (0,6%)
- Pertanian: Rp1,91 miliar (0,2%)
- Urusan lainnya: Rp15,53 miliar (1,3%)
Secara agregat, realisasi Tambahan TKD mencapai 3,1% untuk provinsi dan 2,4% untuk kabupaten/kota pada periode laporan tersebut.
Monitoring dan tujuan program
M. Nasir menegaskan Pemerintah Aceh melakukan monitoring dan pengendalian intensif terhadap seluruh SKPA pelaksana. Tujuannya agar setiap kegiatan berjalan tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, dan sesuai peraturan yang berlaku.
Tambahan TKD 2026 diarahkan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak, meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.
Prospek dan dampak
Pemerintah provinsi optimis pelaksanaan kegiatan dapat dipercepat dan diselesaikan sesuai target. Percepatan ini diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terdampak bencana.
Upaya percepatan pelaksanaan Tambahan TKD akan terus dipantau guna memastikan dana dan pekerjaan memberi manfaat langsung bagi pemulihan pasca bencana di Aceh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wakil Ketua DPRD Kritik Camat-Lurah Absen di Sosper Medan
Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen kecewa Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel absen saat Sosper (...
Polres Sibolga Catat 502 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Toba 2026
Polres Sibolga menertibkan 502 pelanggar dalam Operasi Patuh Toba 2026, dengan 500 teguran dan dua tilang ma...
Warga Tolak Penggabungan SD Negeri 101832 di Pancurbatu
Komite dan orang tua SDN 101832 Pancurbatu menolak penggabungan ke SDN 106820; minta keputusan Dinas Pendidi...
Rico Waas Tampung Aspirasi Warga Tegal Sari III: Drainase & Keamanan
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong dan Sapa Warga di Tegal Sari III untuk menindaklanjuti kelu...
RSUP H. Adam Malik Rayakan HKN ke-62: Indonesia Bergerak
RSUP H. Adam Malik menggelar rangkaian HKN ke-62 sepanjang November 2026, termasuk program Indonesia Bergera...
Medan Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini Kanker Payudara
Ketua TP PKK Medan dukung integrasi edukasi dan deteksi dini kanker payudara melalui Posyandu dan kolaborasi...