Oknum Pengacara DT Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Uang Pesangon
Medan – Direktorat Reskrimum Polda Sumatera Utara menetapkan seorang oknum pengacara berinisial DT sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang pesangon, setelah laporan mantan karyawan PT Torganda masuk ke penyidik.
Penetapan tersangka dan dasar hukum
Penetapan DT sebagai tersangka diumumkan menyusul gelar perkara yang dinyatakan cukup bukti oleh penyidik. Kasus ini teregistrasi pada LP nomor yang dilaporkan bulan Februari 2026 dan SP2HP tertanggal 14 Juli 2026.
"Dari surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor: B/SP2HP/1696/VII/Res.1.11/2026/Ditreskrimum tertanggal 14 Juli 2026 atas Laporan Polisi tersebut teregistrasi dengan Nomor: LP/B/263/II/2026/SPKT/Polda Sumut tertanggal 14 Februari 2026 ... penyidik Dit Reskrimum Polda Sumut menetapkan oknum pengacara DT itu sebagai tersangka setelah dilakukannya gelar perkara," ujar kuasa hukum korban, Rustam Efendi Pandiangan.
"Dalam gelar perkara itu penyidik berkesimpulan bahwa laporan kami atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang milik para korban telah cukup bukti dan memenuhi unsur-unsur tindak pidananya sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana," tambahnya.
Kronologi pembayaran dan dugaan penggelapan
Permasalahan bermula ketika beberapa mantan karyawan PT Torganda menuntut hak pesangon melalui pengadilan, dengan DT bertindak sebagai kuasa hukum. Hak-hak korban kemudian dimasukkan dalam daftar tagihan kreditur preferen berdasarkan putusan Pengadilan Niaga Medan pada 29 Februari 2024.
Pada 26 April 2024 perusahaan membayar pesangon secara tunai kepada DT untuk diserahkan kepada tiga penerima. Nilai nominal yang diserahkan perusahaan tercatat masing-masing: Rp634.381.881, Rp972.455.154, dan Rp380.652.591.
Namun faktanya para korban menerima jumlah jauh lebih kecil. Indahwati Telaumbanua menerima Rp74.500.000, Damawati Laia menerima Rp149.000.000, dan Medila Zai menerima Rp70.000.000, semua diserahkan melalui DT.
Temuan korban dan dugaan modus
Para korban baru menyadari adanya perbedaan pada Desember 2025 setelah mengetahui karyawan lain menerima kompensasi penuh. Mereka lalu mempertanyakan hak sebenarnya kepada manajemen kebun Torganda.
Kuasa hukum menilai ada dugaan modus, yaitu tidak memberitahukan besar hak sesuai putusan pengadilan dan tidak mengikutsertakan korban menerima pembayaran secara langsung.
Langkah hukum berikut dan respon
Kuasa hukum berharap berkas perkara segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk proses persidangan. Mereka juga berencana menghadirkan korban lain sebagai saksi untuk memperkuat perkara.
"Dengan hadirnya Polri di tengah-tengah kasus hukum yang menimpa klien kami sebagai masyarakat Indonesia, semakin menguatkan kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri)," ujar Rustam.
Penyidik dan pimpinan Polda Sumut mendapat apresiasi dari kuasa hukum atas perhatian khusus dalam pengungkapan perkara ini. Proses hukum selanjutnya akan menentukan apakah seluruh korban menerima pemulihan hak sesuai putusan pengadilan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pendaftaran FASI Aceh Timur Diperpanjang sampai 15 November 2026
Pendaftaran FASI VI Kabupaten Aceh Timur diperpanjang sampai 15 November 2026 untuk memberi waktu kecamatan...
Husni: Pemahaman Konstitusi Kunci Jaga Persatuan
H.M. Husni menilai pemahaman konstitusi kunci menjaga persatuan dan memperkuat demokrasi, disampaikan pada S...
IPHI Aceh Peringati Maulid dan Santuni 54 Anak Yatim
IPHI Aceh menggelar Maulid Nabi dan santuni 54 anak yatim di Banda Aceh, sekaligus tausiyah tentang akhlak R...
DPRK Banda Aceh Ajak Pelajar Ikut Pelatihan Konten Kreator
Ketua DPRK Banda Aceh dorong pelajar SMA/SMK ikuti pelatihan konten kreator untuk promosi UMKM, pariwisata,...
Sabam Minta HKTI Perjuangkan Aspirasi Petani di Humbahas
Sabam Rajagukguk minta HKTI aktif menjembatani kebutuhan petani saat Rakercab HKTI Humbahas di Lintongnihuta...
Polres Aceh Timur Gelar "Minggu Kasih" di Vihara Murni Sakti
Polres Aceh Timur menggelar Minggu Kasih di Vihara Murni Sakti, Idi, untuk memperkuat komunikasi dan kerukun...