DPRK Minta Penataan Taman Bawah Flyover Simpang Surabaya
Banda Aceh — Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh meminta Pemerintah Kota melalui dinas terkait untuk segera menata kawasan taman yang terletak di bawah flyover Simpang Surabaya. Permintaan itu disampaikan Banggar DPRK saat rapat paripurna penyampaian pandangan terhadap LKPJ Wali Kota, Kamis (23/7), dengan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal hadir.
Kondisi taman dan alasan penataan
Banggar menilai taman di bawah jembatan terlihat gersang dan kurang terawat. Kondisi ini dinilai mengurangi estetika dan merusak wajah kota. Oleh sebab itu, DPRK menekankan penataan segera agar kawasan kembali berfungsi sebagai ruang terbuka yang nyaman bagi warga.
Desakan kolaborasi lintas instansi
DPRK meminta agar penataan dilakukan secara kolaboratif oleh OPD terkait. Pendekatan lintas instansi dianggap penting supaya fungsi taman pulih sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di pusat kota.
Tuntutan perbaikan kualitas proyek fisik
Selain taman, Banggar juga mendorong pemerintah untuk menjaga kualitas seluruh proyek fisik. Mereka menekankan semua pekerjaan infrastruktur harus memenuhi standar teknis karena menjadi aset daerah jangka panjang.
Koordinasi PUPR dan penguatan database
Banggar meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Aceh dalam penanganan ruas jalan yang belum tertangani. Penguatan koordinasi diharapkan mengurangi keluhan warga terkait ruas jalan yang sering tergenang.
Selain itu, PUPR diminta melakukan monitoring berkala pada fasilitas underpass untuk mencegah pencurian besi dan kabel pada mesin pompa. Banggar juga meminta kajian elevasi underpass untuk meminimalisasi genangan saat hujan.
"Kami meminta kepada PUPR agar memperkuat database jalan, saluran, dan persoalan ke-PU-an lainnya yang dialami masyarakat. Sebagai contoh, ruas jalan di Gampong Mulia yang langsung tergenang meski hujan hanya sebentar. Dengan database yang baik, permasalahan yang muncul dapat lebih cepat ditangani," ujar M. Zidan Al Hafidh.
Ruang Terbuka Hijau dan Taman Bustanussalatin
Banggar turut menyoroti keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH) di Banda Aceh. Mereka meminta pemerintah menjaga dan merawat RTH yang ada serta mengoptimalkan potensi Taman Bustanussalatin agar berfungsi maksimal sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Permintaan- permintaan Banggar ini menempatkan penataan taman bawah flyover sebagai bagian dari upaya lebih luas memperbaiki estetika kota, meningkatkan layanan infrastruktur, dan menjaga aset daerah. DPRK menghendaki tindak lanjut cepat dari Pemko melalui koordinasi OPD dan program kerja yang terukur.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPW Partai Aceh Kecam Penembakan di Pidie
Ketua DPW Partai Aceh mengecam penembakan di Pulo Keunari, Pidie (4/11); minta penyelidikan terbuka dan perl...
Satuone Coffee Binjai Kantongi Izin, Bantah Isu Pesta Miras dan LGBT
Satuone Coffee Binjai mengantongi izin keramaian untuk Fashion Show Halloween 30 Okt 2026 dan membantah tudu...
Kadis Kesehatan Labuhanbatu Kunjungi Balita Penderita Hipospadia
Kadis Kesehatan Labuhanbatu mengunjungi balita MAR (3 thn 4 bln) di Desa Cinta Makmur untuk memantau dan mem...
Inalum Kumpulkan 119 Inovasi di TIS 2026 untuk Efisiensi Produksi
Inalum mengumpulkan 119 inovasi dari 273 inovator di TIS 2026 untuk meningkatkan efisiensi peleburan, digita...
Pengukuhan PPIR Korda Batubara, Wabup Syafrizal Tegaskan Sinergi
Wabup Batubara Syafrizal mengukuhkan PPIR Korda Batubara Jumat (6/11) dan mendorong sinergi untuk dukung pem...
AYAM FC Batubara Juara LFN Sumut, Melaju ke Putaran Nasional
AYAM FC Batubara juara LFN Sumut 2026 dan akan mewakili Sumut pada putaran nasional Liga Futsal Nusantara Fe...