Dinas Sumut Tegaskan Tolak Material Ilegal di Proyek Jalan Paluta
MEDAN — Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Provinsi Sumatera Utara, Chandra Dalimunthe, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir penggunaan material ilegal dalam proyek pembangunan jalan provinsi di Kecamatan Dolok dan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara. Pernyataan itu disampaikan setelah muncul dugaan pasokan material dari aktivitas galian C ilegal dan pengoperasian stone crusher tanpa izin.
Penelusuran lapangan dan perintah pemeriksaan
Chandra mengatakan telah memerintahkan jajarannya turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran dugaan pasokan material ilegal tersebut. Ia menegaskan kontraktor pelaksana akan ditegur bila pemeriksaan membuktikan bahan proyek berasal dari pertambangan tanpa izin.
Kami tidak mau tahu, pekerjaan jalan ini harus dikerjakan sesuai dengan aturan. Jadi bahan-bahannya tidak boleh diambil dari tempat ilegal
Dugaan rantai pasokan material
Informasi yang dihimpun dari warga menyebut material base hasil olahan stone crusher menjadi salah satu sumber pasokan bagi kontraktor pelaksana proyek. Warga juga melaporkan adanya pengangkutan material pada malam hari, yang menimbulkan kecurigaan upaya menghindari pengawasan aparat dan perhatian publik.
Truk-truk pengangkut material biasanya beroperasi malam hari
Potensi pelanggaran dan konsekuensi
Jika terbukti material yang digunakan berasal dari pertambangan tanpa legalitas, proyek yang dibiayai APBD atau APBN dapat melanggar ketentuan pengadaan barang dan jasa serta peraturan pertambangan. Penggunaan material ilegal berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum bagi pemilik usaha pertambangan tanpa izin dan pihak yang menerima atau memanfaatkan material tersebut dalam proyek pemerintah.
Desakan warga dan langkah instansi terkait
Masyarakat meminta aparat penegak hukum, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Utara, serta instansi terkait segera menggelar investigasi menyeluruh untuk menelusuri asal-usul material. Warga menuntut penindakan tidak hanya terhadap pelaku galian C ilegal, tetapi juga pihak-pihak yang diduga menggunakan material tanpa legalitas dalam proyek jalan provinsi.
Langkah pemeriksaan oleh Dinas Bina Marga Sumut menjadi penentu apakah proyek jalan di Kecamatan Dolok dan Dolok Sigompulon terus berjalan dengan bahan yang memenuhi ketentuan atau akan ada sanksi tegas terhadap pihak yang melanggar.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPW Partai Aceh Kecam Penembakan di Pidie
Ketua DPW Partai Aceh mengecam penembakan di Pulo Keunari, Pidie (4/11); minta penyelidikan terbuka dan perl...
Satuone Coffee Binjai Kantongi Izin, Bantah Isu Pesta Miras dan LGBT
Satuone Coffee Binjai mengantongi izin keramaian untuk Fashion Show Halloween 30 Okt 2026 dan membantah tudu...
Kadis Kesehatan Labuhanbatu Kunjungi Balita Penderita Hipospadia
Kadis Kesehatan Labuhanbatu mengunjungi balita MAR (3 thn 4 bln) di Desa Cinta Makmur untuk memantau dan mem...
Inalum Kumpulkan 119 Inovasi di TIS 2026 untuk Efisiensi Produksi
Inalum mengumpulkan 119 inovasi dari 273 inovator di TIS 2026 untuk meningkatkan efisiensi peleburan, digita...
Pengukuhan PPIR Korda Batubara, Wabup Syafrizal Tegaskan Sinergi
Wabup Batubara Syafrizal mengukuhkan PPIR Korda Batubara Jumat (6/11) dan mendorong sinergi untuk dukung pem...
AYAM FC Batubara Juara LFN Sumut, Melaju ke Putaran Nasional
AYAM FC Batubara juara LFN Sumut 2026 dan akan mewakili Sumut pada putaran nasional Liga Futsal Nusantara Fe...