Sumut Kirim 1 Ton Makanan Siap Saji untuk Korban Gempa NTT
Medan — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengirimkan sekitar 1 ton makanan siap saji untuk warga terdampak gempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengiriman dilepas Selasa (1/9) dari Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, dan ditujukan bagi korban bencana yang terjadi 15 Agustus 2026.
Pengiriman dan estimasi tiba
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Timur Tumanggor, secara resmi melepas konvoi logistik dari halaman kantor gubernur. Tim pengiriman memperkirakan logistik akan sampai ke lokasi tujuan dalam dua hari sejak keberangkatan dari Medan.
"Ini kita mengirimkan bantuan siap saji berupa 1 ton lebih kurang, 1 ton yaitu terdiri daripada ikan teri, ayam suwir, kentang iris goreng yang merupakan siap saji dalam rangka untuk bantuan kemanusiaan yang terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur,"
Isi bantuan
Bantuan yang dikirim berisi tiga jenis makanan siap santap: ikan teri, ayam suwir, dan kentang iris goreng. Pilihan jenis makanan dibuat agar langsung dapat dikonsumsi oleh penerima tanpa perlu pengolahan tambahan.
Kemasan dan komposisi disesuaikan untuk kebutuhan darurat, sehingga logistik bisa segera dibagikan di lokasi pengungsian atau titik posko bantuan.
Prioritas kebutuhan saat tanggap darurat
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menekankan bahwa fokus bantuan saat tanggap darurat adalah pemenuhan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup. Menurutnya, pembangunan fisik menjadi perhatian pada tahap pemulihan (recovery).
"Kondisi tanggap darurat itu bagaimana orang bisa bertahan hidup, itu dulu yang utama ya. Kalau nanti setelah recovery baru nanti mungkin tentang fisik, pembangunan fisik, itu yang mungkin nanti jadi pertimbangan,"
Dampak dan langkah selanjutnya
Pengiriman ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan provinsi untuk meringankan beban korban gempa. Percepatan distribusi logistik diharapkan membantu kebutuhan dasar warga selama fase tanggap darurat.
Pemerintah daerah juga akan memantau distribusi agar bantuan tepat sasaran dan koordinasi dengan pihak di NTT untuk langkah lanjutan pasca-darurat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
SMKN 1 Barumun Ikuti Sumut Science Olympiad 2026 Secara Daring
10 siswa dan 18 guru SMKN 1 Barumun mengikuti Sumut Science Olympiad 2026 tingkat provinsi secara daring, Sa...
Sergai FC Menang 4-3 dan 3-1 atas Bintang Bayu dalam Laga Persahabatan
Sergai FC A dan B menang atas Bintang Bayu pada laga persahabatan 4 September di Silau Dunia untuk memperera...
Asahan Lepas Kontingen Piala Soeratin U-13 dan U-15 2026
Bupati Asahan melepas kontingen Piala Soeratin U-13 dan U-15 yang akan bertanding 6—11 September 2026 deng...
Proyek RKB dan Fasilitas Dayah di Aceh Tenggara Disorot, Rp30 Miliar Digelontor
Proyek RKB, asrama, pagar, dan mushalla untuk 45 Dayah di Aceh Tenggara memakai skema swakelola dan dibiayai...
Protes Hasil Pilkampong Lae Ikan: 5 Anggota P2K Dilaporkan ke Polisi
Hasil Pilkampong Lae Ikan memicu sengketa: lima anggota P2K dilaporkan ke polisi dan calon mengajukan kebera...
Ketua MUI Palas Tekankan Akhlak Nabi Harus Hidup di Kalangan Siswa
Ketua MUI Palas, Ismail Nasution, meminta akhlak Nabi benar-benar diwujudkan siswa MAN 1 Padanglawas dalam p...