Lokal

Sumut Gelontorkan Rp1,3 T untuk Infrastruktur 2026

Bagikan:
Pembangunan jalan dan jembatan di Sumatera Utara, ilustrasi proyek infrastruktur 2026

Medan — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,372 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada 2026. Dana itu untuk program prioritas Gubernur berupa Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI), dukungan Proyek Strategis Daerah, penanganan pascabencana, dan program afirmasi wilayah kepulauan.

Alokasi anggaran dan tujuan

Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut, Chandra Dalimunthe, merinci pembagian anggaran. Total anggaran untuk infrastruktur jalan pada 2026 mencapai Rp1.372.497.925.000, yang dibagi untuk PHTC, dukungan PSD, serta program lainnya.

"Anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di tahun 2026 ini ada sebesar Rp1.372.497.925.000. Anggaran ini dibagi untuk program PHTC, dukungan program Proyek Strategis Daerah (PSD) dan lainnya,"

Rincian Program PHTC

Pemprov mengalokasikan Rp672,22 miliar untuk PHTC yang mencakup 52 kegiatan utama. Fokusnya pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan strategis.

  • Pembangunan jalan: 86 km
  • Pemeliharaan berkala jalan: 11,91 km
  • Rehabilitasi jalan: 1 km
  • Pembangunan turap/talud/bronjong: 17 titik
  • Pembangunan jembatan: 32 meter
  • Penggantian lantai jembatan: 25 meter
  • Pembangunan saluran drainase: 250 meter

Proyek Strategis Daerah (PSD)

Untuk PSD, terutama ruas jalan baru yang menghubungkan wilayah terisolir dan kawasan strategis, disiapkan anggaran Rp320,2 miliar. Program ini mencakup delapan kegiatan utama dengan target pembangunan jalan sepanjang 55 km.

Menurut data Pemprov, kondisi jalan mantap di Sumut saat ini mencapai 74,12 persen atau sekitar 3.006 km, sedangkan jalan rusak berat dan ringan tercatat 25,88 persen. Chandra mengatakan pelaksanaan proyek dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

"Untuk tahun ini dari program PHTC dan PSD ada 141 kilometer jalan yang akan kita bangun,"

Penanganan pascabencana

Pemprov juga menyiapkan anggaran Rp137 miliar untuk penanganan infrastruktur pascabencana melalui 24 kegiatan utama. Pekerjaan meliputi:

  • Pembangunan turap/talud/bronjong: 19 titik
  • Pembangunan jembatan: 20 meter
  • Penggantian lantai jembatan: 30 meter
  • Rehabilitasi 1 unit jembatan
  • Pembangunan 3 unit box culvert

Dukungan untuk Kepulauan Nias dan sumber dana lain

Afirmasi untuk pembangunan di Kepulauan Nias dialokasikan sebesar Rp83,875 miliar untuk pembangunan jalan sejauh 8,4 km dan jembatan sepanjang 70,6 meter.

Selain itu, Pemprov mengalokasikan dana dari sumber lain, antara lain:

  • DBH Sawit: Rp16,2 miliar untuk pembangunan jalan 2,7 km
  • Tambahan TKD: Rp143 miliar dengan target pembangunan jalan 22 km dan turap/talud/bronjong 2 titik

"Kita juga mengalokasikan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sebesar Rp16,2 miliar ... dan penambahan dana Transfer Keuangan Daerah sebesar Rp143 miliar,"

Infrastruktur dasar dan IPAL

Dinas BMBKCK juga menargetkan penyediaan infrastruktur dasar melalui sektor keciptakaryaan. Anggaran Rp3,9 miliar disiapkan untuk penyusunan dokumen perencanaan penyediaan air minum dan air limbah di kawasan afirmasi Nias.

Untuk IPAL Cemara, dialokasikan Rp12 miliar dengan target peningkatan kapasitas pengolahan sebesar 100 m³.

Penutup

Pemprov Sumut menegaskan pembangunan dilakukan secara bertahap dan terfokus pada ruas strategis serta wilayah terisolir. Implementasi anggaran 2026 akan menjadi ukuran efektivitas program PHTC dan keberlanjutan perbaikan jaringan jalan di daerah.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait