Polres Ungkap Motif Pembunuhan Anak 10 Tahun di Aceh Tenggara
Kutacane — Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Tenggara menyatakan motif pembunuhan terhadap SK (10) mulai terungkap. Jasat SK ditemukan di telaga kawasan perkebunan Desa Lawe Sepilang, Kecamatan Lawe Alas, pada 8 Mei 2026. Rekonstruksi yang digelar di TKP pada 23 Juli 2026 mengungkap pelaku berinisial MDS (37) diduga melakukan pembunuhan untuk menutupi tindakan kekerasan asusila terhadap korban.
Rekonstruksi dan temuan penyidik
Polisi melakukan rekonstruksi dengan memeragakan 27 adegan di lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara, Iptu Zery Irfan, menyatakan jalannya rekonstruksi berjalan lancar dan sesuai dengan penyidikan.
"Alhamdulillah rekonstruksinya berlangsung lancar tidak ada hambatan. Hasil rekonstruksinya juga, sesuai dengan semua keterangan tersangka maupun dari keterangan para saksi, dan sesuai juga dengan barang bukti yang telah dikumpulkan oleh penyidik."
Penyidik mengatakan tidak ditemukan fakta baru atau petunjuk yang menyimpang dari keterangan tersangka dan saksi. Semua adegan yang diperagakan sejauh ini konsisten dengan barang bukti yang ada.
Motif pembunuhan
Menurut penyidik, motif tindakan kriminal itu berakar pada upaya menutup peristiwa kekerasan seksual terhadap korban. Penutupan dugaan tindak pidana asusila inilah yang diduga mendorong pelaku menghabisi nyawa SK.
"Motif pembunuhan diawali dengan peristiwa pemerkosaan, karena takut akan terbongkar, sehingga muncul niat untuk melakukan pembunuhan," ungkap Kasat Reskrim.
Kronologi singkat
- 8 Mei 2026: Jasad SK ditemukan di telaga area perkebunan Desa Lawe Sepilang.
- 23 Juli 2026: Polres Aceh Tenggara menggelar rekonstruksi 27 adegan di TKP.
- Saat ini: Kasus masih ditangani penyidik dengan bukti dan keterangan yang konsisten.
Proses penyidikan dan langkah selanjutnya
Penyidik menyatakan seluruh keterangan tersangka dan saksi telah selaras dengan barang bukti. Tidak ada perbedaan antara pengakuan pelaku dan keterangan saksi pada saat rekonstruksi. Kasus ini akan dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan melibatkan pemeriksaan bukti tambahan bila diperlukan.
Peristiwa ini kembali menyorot masalah kekerasan terhadap anak. Kepolisian menegaskan komitmen untuk menuntaskan berkas perkara agar pelaku dapat diproses secara hukum.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...
Kapolres Binjai Jadi Khatib Salat Jumat, Tegaskan Bahaya Narkoba
Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Raya Binjai (6/11), mengingatkan...
Edy Rahmayadi Kecam Dugaan Penyadapan terhadap Presiden
Edy Rahmayadi mengecam dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, menyebut tindakan itu sebagai makar dan...
Edy Rahmayadi Kecam Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo
Edy Rahmayadi mengecam dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, menyebut tindakan itu sebagai makar dan...