Sertifikasi halal gratis Sumut hanya jangkau 1.000 dari 1,4 juta UMKM
MEDAN — Program sertifikasi halal gratis yang digagas Dinas Koperasi, UKM Provinsi Sumatera Utara dinilai belum menyentuh masalah mendasar pelaku usaha. Dari tercatat 1,4 juta unit UMKM pada 2025, fasilitas 1.000 sertifikat halal hanya menjangkau sekitar 0,07 persen pelaku usaha.
Cakupan sertifikasi halal terbatas
Kepala Dinas Koperasi, UKM Sumut, Yuliani Siregar, menyatakan program itu merupakan kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Bank Indonesia. Fasilitas itu akan diberikan dalam acara Sumut Halal Fest yang dijadwalkan berlangsung pada 11-12 Agustus 2026.
"Kita akan menggelar Sumut Halal Fest pada 11-12 Agustus 2026, bekerja sama dengan Bank Indonesia. Di sini kita akan fasilitasi penerbitan 1.000 sertifikat halal gratis. Jadi bagi UMKM yang belum ada sertifikat halalnya bisa segera menghubungi Dinas Koperasi,"
Program akses pasar dan FYP Level Up masih kurasi
Selain sertifikasi, Dinas mengklaim membuka akses pasar internasional bagi 100 UMKM melalui Alibaba.com. Namun hingga kini program ini masih dalam tahap kurasi peserta tanpa kepastian realisasi.
Yuliani juga menyebut program Fast Track Youngpreneur (FYP) Level Up yang menyasar 80 UMKM berorientasi ekspor. Sama seperti program akses pasar, FYP Level Up masih dalam proses penjaringan peserta dan belum ada target waktu penyelesaian yang diumumkan.
"FYP Level Up akan terintegrasi dengan kegiatan inkubasi bisnis serta program strategis daerah Sumut Digital Market. Target peserta sebanyak 80 UMKM dan saat ini masih dalam tahap kurasi peserta,"
Transformasi PLUT jadi Mal Layanan UMKM belum selesai
Rencana mengubah UPT Pelatihan dan Layanan Usaha Terpadu (PLUT) menjadi Mal Layanan UMKM juga belum tuntas. Kepala dinas mengakui progres baru menyentuh renovasi tampak depan gedung, penyusunan regulasi operasional, dan desain tata letak layanan.
"Untuk progres transformasi PLUT ini sudah renovasi tampak depan gedung, penyusunan regulasi operasional, penyusunan desain tata letak dan konsep layanan mal,"
Perbandingan dengan daerah lain
Yuliani membandingkan rencana Mal Layanan UMKM Sumut dengan pusat pemasaran produk UMKM yang telah berjalan di daerah lain, seperti Krisna di Bali dan Pusaka di Aceh. Pernyataan ini menunjukkan upaya Sumut untuk mengejar ketertinggalan dalam membangun ekosistem pemasaran produk UMKM yang mapan.
Meski program-program itu menawarkan peluang, cakupan dan waktu realisasinya yang belum jelas menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas langkah pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan daya saing UMKM skala luas.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...
Kapolres Binjai Jadi Khatib Salat Jumat, Tegaskan Bahaya Narkoba
Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Raya Binjai (6/11), mengingatkan...
Edy Rahmayadi Kecam Dugaan Penyadapan terhadap Presiden
Edy Rahmayadi mengecam dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, menyebut tindakan itu sebagai makar dan...
Edy Rahmayadi Kecam Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo
Edy Rahmayadi mengecam dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, menyebut tindakan itu sebagai makar dan...