TP PKK dan DKP Sumenep Bagikan Bingkisan Gizi Percepat Stunting
SUMENEP — Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep dipercepat melalui aksi kolaboratif. Pada Rabu, 23 September 2026, Tim Penggerak PKK bersama Dinas Kelautan dan Perikanan membagikan bingkisan bergizi di Kecamatan Rubaru sebagai bagian dari pendekatan lintas sektor untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Aksi kolaborasi dan distribusi bingkisan
Kegiatan pembagian bingkisan dilakukan untuk menjangkau keluarga yang membutuhkan dan mendorong pola asuh serta konsumsi gizi yang lebih baik. Aksi ini merupakan bentuk sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah guna menjawab tantangan stunting di level desa.
Peran kader PKK dan Posyandu di garda terdepan
Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia meminta kader PKK dan tenaga Posyandu lebih proaktif melakukan edukasi dan pemantauan tumbuh kembang balita.
"Pengentasan stunting tidak bisa diatasi apabila kita berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan semangat gotong royong dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pengurus PKK, kader Posyandu, aparat desa, hingga para orang tua,"
Menurut Nia, pemantauan berkala di Posyandu menjadi kunci agar pertumbuhan anak dapat terdeteksi dan mendapat intervensi lebih cepat. Para kader diminta bertindak sebagai penghubung antara program pemerintah dan keluarga di lapangan.
Dukungan lintas pihak dan keberlanjutan program
Nia juga mengajak lembaga kemanusiaan dan organisasi lokal untuk mendukung program pemenuhan gizi. Ia menyebutkan dukungan seperti dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dapat membantu menjangkau keluarga yang benar-benar memerlukan bantuan gizi.
"Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan gerakan pencegahan stunting bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi aksi berkelanjutan,"
Ia menegaskan tujuan akhir program ini adalah mencetak generasi Sumenep yang sehat, cerdas, dan berkembang optimal.
Langkah selanjutnya
Ke depan, keberlanjutan intervensi gizi bergantung pada koordinasi antarinstansi dan konsistensi pelaksanaan di desa-desa. Monitoring rutin, pelibatan tokoh masyarakat, dan akses pangan bergizi menjadi fokus agar upaya penurunan stunting memberi dampak jangka panjang.
Dengan strategi kolaboratif ini, pemerintah daerah bersama mitra berharap tren penurunan stunting di Sumenep dapat terakselerasi dan membuahkan generasi yang lebih sehat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Hasto Paparkan 5 Prinsip Megawati untuk Kader PDIP
Hasto memaparkan lima prinsip Megawati untuk kader PDIP agar tetap konsisten, berpihak pada rakyat, dan meng...
Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir Hidupkan Tradisi Using di Kemiren
Ribuan cangkir kopi gratis disajikan di Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir, Kemiren, untuk melestarikan trad...
Ansari Ingatkan Wisudawan STEI Pamekasan: Buktikan Manfaat Ilmu
Ansari minta wisudawan STEI Masyarakat Madani Pamekasan membuktikan manfaat ilmu mereka; 44 lulusan diwisuda...
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...