Politik

Bupati Bangkalan Tekankan Data Akurat untuk Tanggulangi Stunting

Bagikan:
Bupati Lukman Hakim memimpin rapat koordinasi penurunan stunting di Bangkalan

Bang­kalan — Bupati Bangkalan Lukman Hakim menegaskan bahwa penurunan angka stunting membutuhkan data yang akurat dan sinkron dengan kondisi lapangan. Pernyataan itu disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Penurunan Angka Stunting pada Selasa, 22 September 2026, di Ruang Rapat Bupati.

Rakor dan peserta

Rapat dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para asisten, Dinas Kesehatan, dan sejumlah perangkat daerah terkait. Lukman meminta semua pihak memperkuat koordinasi agar program berjalan tepat sasaran.

  • Sekretaris Daerah
  • Para asisten pemerintahan
  • Dinas Kesehatan Kabupaten
  • Perangkat daerah terkait

Data akurat sebagai dasar kebijakan

Lukman menekankan bahwa perbedaan antara data administrasi dan kondisi nyata di lapangan berisiko membuat intervensi tidak menyentuh kelompok sasaran. Menurutnya, sinkronisasi data menjadi langkah awal agar kebijakan dan program bisa efektif.

“Data harus benar-benar kita sinkronkan dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai ada perbedaan antara data yang kita miliki dengan kondisi sebenarnya. Ini penting agar langkah penanganan yang kita lakukan tepat sasaran,”

Evaluasi hingga tingkat desa

Selain sinkronisasi data, Lukman meminta evaluasi dilakukan secara berkala dan tidak berhenti di tingkat kabupaten. Pemantauan di kecamatan dan desa perlu diperkuat agar perubahan kondisi masyarakat terdeteksi lebih cepat.

“Penanganan stunting harus kita lihat secara menyeluruh. Evaluasi harus dilakukan secara berkala sampai ke desa. Dengan begitu, kita bisa mengetahui persoalan yang ada dan segera menentukan langkah yang diperlukan,”

Sinergi lintas sektor dan peran masyarakat

Lukman juga menegaskan bahwa penanganan stunting bukan tanggung jawab satu instansi. Diperlukan sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat untuk membangun pola hidup sehat sejak dini.

“Yang kita bangun bukan hanya program pemerintah, tetapi juga kesadaran bersama. Ketika pemerintah, tenaga kesehatan, perangkat desa, keluarga, dan masyarakat bergerak bersama, upaya penurunan stunting akan lebih kuat dan berkelanjutan,”

Lukman menambahkan bahwa langkah konkret dan terukur perlu dirumuskan bersama antar-pemangku kepentingan untuk memastikan capaian program berkelanjutan. Ia juga tercatat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan.

Langkah ke depan

Pemkab diharapkan mempercepat sinkronisasi data, memperluas pemantauan desa, dan memperkuat kampanye perubahan perilaku. Jika itu tercapai, intervensi gizi dan layanan kesehatan akan lebih tepat dan berdampak pada penurunan angka stunting.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait