Politik

Guruh Soekarnoputra Wafat, PDIP Jatim Berduka atas Kehilangan

Bagikan:
Guruh Soekarnoputra mengenakan pakaian tradisional saat acara seni

Surabaya — Guruh Soekarnoputra, seniman dan politikus yang merupakan putra bungsu Soekarno, meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Usianya 73 tahun. PDI Perjuangan Jawa Timur menyatakan duka mendalam dan menyoroti kontribusi Guruh dalam dunia politik serta kebudayaan.

Kondolensi dari PDIP Jawa Timur

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyebut Guruh sebagai figur yang menggabungkan semangat kebangsaan dan pengabdian seni. Menurut Deni, kehadiran Guruh di panggung politik tak terpisah dari dedikasinya merawat budaya bangsa.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Guruh Soekarnoputra. Beliau adalah figur teladan yang tidak hanya melanjutkan api perjuangan Bung Karno di panggung politik, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat kebudayaan bangsa.”

Deni menambahkan bahwa bangsa kehilangan salah satu putra terbaiknya yang berkomitmen pada cita-cita kebangsaan sekaligus pelestari seni.

“Bangsa ini kehilangan salah satu putra terbaiknya yang memiliki komitmen utuh terhadap cita-cita kebangsaan. Pengabdian beliau selama bertahun-tahun di DPR RI dan berbagai kegiatan sosial menjadi bukti nyata dedikasinya untuk masyarakat.”

Kiprah Politik di DPR

Guruh tercatat aktif sebagai anggota DPR RI dari beberapa daerah pemilihan di Jawa Timur. Ia pernah mewakili Jawa Timur VI pada periode 1999–2004 dan 2004–2009.

Pada Pemilu 2009 ia pindah ke Jawa Timur I, yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, untuk periode 2009–2014 dan 2014–2019. Pada Pemilu 2019 Guruh kembali ke Dapil Jawa Timur VI, yang mencakup Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Kediri, serta Kabupaten Tulungagung, untuk periode 2019–2024.

Warisan Seni dan Budaya

Selain peran politik, Guruh dikenal luas sebagai seniman yang produktif sejak muda. Ia aktif melalui berbagai wadah dan kolaborasi yang memberi warna pada musik Indonesia.

  • Guruh Gipsy (album, 1976)
  • Zamrud Khatulistiwa
  • Renjana
  • Melati Suci
  • Penataan musik untuk sejumlah film dan produksi seni lainnya

Deni menilai karya-karya tersebut merupakan warisan kebudayaan yang memperkaya khazanah Nusantara dan menginspirasi generasi berikutnya.

“Karya-karya seni beliau adalah warisan abadi yang memperkaya khazanah budaya Nusantara dan menginspirasi lintas generasi. Semangat dan dedikasi Beliau dalam menjaga jiwa seni Indonesia akan selalu hidup dalam ingatan kita semua.”

Data Singkat dan Implikasi

Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta, 13 Januari 1953. Sepanjang hidupnya ia aktif di ranah politik dan seni serta dikenal sebagai tokoh yang memadukan kedua bidang tersebut dalam pengabdian publik.

Kematian Guruh meninggalkan ruang kosong dalam dunia seni dan politik. PDIP Jawa Timur menyatakan komitmen untuk terus mengapresiasi serta melestarikan karya-karya yang menjadi bagian dari warisan budayanya.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait