Wali Kota Medan Tegur Komunitas Lari yang Masuk Stadion Teladan
Wali Kota Medan Rico Waas menyayangkan aksi komunitas lari yang masuk ke area Stadion Teladan pada akhir Mei 2026 tanpa izin. Kejadian itu berlangsung saat stadion masih dalam perawatan intensif menjelang penyelenggaraan AFF U-19 2026. Pemko Medan menegaskan tidak pernah memberi izin dan sedang menelusuri siapa yang membuka akses ke dalam stadion.
Wali Kota: Tidak Ada Koordinasi dan Izin
Rico menegaskan aktivitas komunitas pelari sama sekali tidak dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Medan. Ia menyayangkan tindakan tersebut karena dapat mengganggu proses pemulihan rumput dan persiapan venue.
“Kami menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Kami paham mungkin ada euforia masyarakat melihat kondisi Stadion Teladan saat ini. Namun sebaiknya ada koordinasi terlebih dahulu dengan Pemko Medan,”
Rico menambahkan bahwa hingga kini Pemko tidak menerima permohonan penggunaan stadion dari komunitas tersebut. “Tidak ada komunikasi atau izin apa pun dari Pemko,” tegasnya, dan ia telah meminta jajarannya menelusuri pihak yang memberi akses masuk.
“Saya sudah minta ke jajaran untuk mencari tau siapa yang mengizinkan mereka masuk ke dalam stadion,”
Status Pengelolaan dan Keamanan Stadion
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, T. Chainuniza, juga memastikan pihaknya tidak mengeluarkan izin resmi. Ia menjelaskan bahwa pengamanan dan tanggung jawab teknis masih berada pada rekanan proyek karena pekerjaan belum selesai dan belum diserahterimakan.
“Secara resmi, pengelolaan Stadion Teladan belum diserahkan kepada kami. Artinya, kami belum bertanggung jawab penuh atas aktivitas di sana,”
Chainuniza menyebut pihaknya turut menelusuri siapa yang memberi izin akses. Ia menyarankan agar klarifikasi juga ditanyakan kepada petugas keamanan di lokasi.
“Sebaiknya ditanya ke pihak security di situ. Kemungkinan ada pihak penanggung jawab di sana yang memberikan izin sehingga mereka bisa masuk ke stadion,”
Reaksi Publik dan Kronologi Singkat
Kontroversi muncul setelah akun media sosial komunitas Banban Running Club mengunggah video kegiatan pada Rabu, 27 Mei 2026, yang menunjukkan anggota berlari dan menginjak rumput stadion. Unggahan tersebut memicu sorotan netizen karena stadion berstatus steril dan sedang dipersiapkan untuk turnamen internasional.
- 27 Mei 2026: Dokumen kegiatan diunggah oleh komunitas lari.
- 28 Mei 2026: Video tersebut dihapus setelah mendapat kritik publik.
- Beberapa hari sebelumnya: Pemko Medan menggelar gotong royong massal di kawasan stadion untuk percepatan persiapan.
Langkah Selanjutnya
Pemko Medan meminta agar persoalan ini segera jelas sehingga publik mengetahui siapa yang bertanggung jawab memberi izin. Chainuniza menekankan pentingnya pernyataan terbuka dari pihak yang memberi akses supaya tidak menimbulkan kebingungan.
“Kita berharap persoalan ini clear. Pihak yang memberikan izin harus menyampaikan pernyataan secara terbuka sehingga publik mengetahui,”
Kasus ini mendorong upaya penelusuran internal dan koordinasi lebih ketat antara pengelola proyek, pihak keamanan, dan Pemko menjelang pelaksanaan AFF U-19 2026.
Berita Terkait
Kapolres Langkat Gelar Safari Jumat di Masjid Al-Hidayah
Kapolres Langkat gelar Safari Jumat di Masjid Al-Hidayah Stabat, tekankan peran masyarakat dalam menjaga kam...
Gubsu Bobby Minta PLN Evaluasi Pemadaman Listrik Sumatera
Gubsu Bobby Nasution minta PLN evaluasi menyeluruh pasca-pemadaman listrik besar di Sumatera agar kejadian s...
PTPN I Regional 1 Sembelih 16 Hewan Kurban untuk Warga Tanjungmorawa
PTPN I Regional 1 menyembelih hewan kurban dan membagikan 1.017 kupon daging pada Idul Adha 1447 H di Tanjun...
Ribuan Warga Padati Open House Bupati Aceh Besar Saat Idul Adha
Ribuan warga memadati open house Bupati Aceh Besar pada Idul Adha 1447 H di Kompleks BTN Ajuen Lam Hasan unt...
SMA Negeri 9 Banda Aceh Sembelih 9 Sapi Kurban, Bagikan ke 700 Penerima
SMA Negeri 9 Banda Aceh menyembelih 9 sapi kurban pada 29 Mei; daging dibagikan kepada sekitar 700 penerima,...
Pelaku Penganiayaan dengan Tombak Babi Ditangkap di Aceh Besar
Polres Aceh Besar menangkap pelaku penganiayaan dengan tombak babi di Seulimeum; korban dilarikan ke RS dan...