Lokal

Pelindo Multi Terminal Gelar Pelatihan Vokasi di Medan Belawan

Bagikan:
Peserta pelatihan vokasi mengolah produk hasil laut di BBPVP Medan

Medan — PT Pelindo Multi Terminal bersama BBPVP Medan dan Baitulmaal Muamalat (BMM) menggelar pelatihan vokasi untuk warga enam kelurahan di Kecamatan Medan Belawan pada Selasa (21/7). Kegiatan bertujuan memberi keterampilan kerja dan wirausaha melalui pelatihan olahan ikan dan peracikan kopi (barista), serta pendampingan pasca pelatihan agar lulusan bisa membuka usaha atau bekerja.

Program, tujuan, dan peserta

Program mencakup Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Ikan dan Pelatihan Peracikan Minuman Kopi. Peserta diberi materi teknis mulai dari pengolahan hasil laut, pengemasan, teknik barista, manual brew, hingga pelayanan pelanggan. Target peserta adalah warga asli Kecamatan Medan Belawan yang berusia produktif dan belum bekerja.

Mitra pelaksana dan proses rekrutmen

Pelatihan disusun bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan serta difasilitasi BMM. Rekrutmen peserta berlangsung sejak akhir Juni dengan dukungan Kecamatan Medan Belawan dan Port Social Community (PSC). Semua peserta mengikuti pelatihan intensif di BBPVP Medan delapan jam per hari sejak pekan kedua Juli.

Pelatihan dan standar industri

Kepala BBPVP Medan, Amran, S.T., menjelaskan desain pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter kerja sesuai standar industri. Ia mendorong peserta untuk mempertimbangkan jalur kewirausahaan selain menjadi karyawan.

"Jangan hanya berpikir menjadi pegawai. Kita membutuhkan lebih banyak wirausaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Ikuti arahan instruktur karena itu merupakan standar industri yang harus diterapkan," ujar Amran.

Pendampingan dan insentif pasca pelatihan

BMM Sumatera Utara menegaskan peran mereka sebagai fasilitator yang mendampingi peserta setelah pelatihan. Dukungan mencakup pengurusan legalitas usaha dan strategi pemasaran produk agar usaha lulusan berkelanjutan.

"Selain sertifikasi seperti NIB, Halal, dan PIRT, nanti juga akan didorong strategi pemasarannya. Kami memiliki tim pendamping yang bisa membantu teman-teman memasarkan produknya," kata Budi Syahputra, Head Regional Office BMM Sumatera Utara.

Hasil awal dan komitmen peserta

Selama pelatihan, peserta sudah mempraktikkan pengolahan produk bahari Belawan. Budi menyebut, 16 peserta mampu membuat nugget dan bakso dari hasil laut sebagai produk awal. Pilihan varian didasarkan pada preferensi pasar lokal.

"Kita akan upayakan hasil olahan ini mulai mengisi jajanan pasar kaki lima. Namun dengan catatan seluruh peserta yang sudah dilatih berkomitmen tinggi. Sejauh ini tingkat kehadiran peserta di BBPVP Medan mencapai 90%," ujar Budi.

Dukungan lanjutan dan harapan

Vice President TJSL PT Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menekankan pendampingan berlanjut setelah pelatihan agar ilmu bisa diterapkan menjadi usaha. Ia berharap lulusan dapat menjadi pionir usaha baru dan menyerap tenaga kerja lokal.

"Khusus pelatihan hasil laut, setelah selesai pelatihan kita masih ada program lanjutan. Tetap berkoordinasi dengan BBPVP, karena hasil pelatihan ini tinggal dipraktikkan," ujar Zulhendri.

Pelatihan ini menjadi bagian upaya skema kolaboratif antara perusahaan, lembaga pelatihan, dan organisasi sosial untuk meningkatkan kesempatan kerja dan mendorong kewirausahaan di kawasan pesisir Belawan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait