Spiongot Run 5K 2026 di Sumut Batal, Izin Gubernur Belum Turun
MEDAN — Rencana pelaksanaan Spiongot Run 5K 2026 di wilayah selatan Sumatera Utara dipastikan tidak terlaksana sesuai jadwal. Pembatalan itu muncul karena izin dari Gubernur Sumut Bobby Nasution belum diberikan, sementara panitia dan instansi terkait masih menempatkan agenda ini dalam tahap perencanaan dan pembahasan anggaran, Kamis (27/8).
Penyebab utama: izin dan anggaran
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut, Mahfullah Pratama Daulay, mengatakan kegiatan masih dalam perencanaan dan menyesuaikan pembahasan anggaran daerah. Pernyataan itu tak menyebut adanya izin gubernur yang belum turun, sehingga muncul perbedaan antara keterangan resmi dan informasi di lapangan.
"Gagasan ini pertama muncul dan dibahas dalam Muspro. Tujuannya untuk memperkenalkan daerah, khususnya wilayah selatan kabupaten, sekaligus menunjukkan kebijakan strategis dan pembangunan yang sudah dilakukan,"
Mahfullah juga menegaskan bahwa pembiayaan masih dibahas dalam perubahan APBD Sumut. Ia memperkirakan finalisasi anggaran berlangsung pada Oktober atau November.
"Untuk anggarannya sedang dibahas dalam perubahan APBD. Finalisasinya nanti diperkirakan Oktober atau November,"
Kondisi infrastruktur belum siap
Selain masalah perizinan dan anggaran, akses jalan menuju Sipiongot — lokasi yang direncanakan sebagai lintasan lari — saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Kondisi tersebut dinilai belum memadai untuk menggelar kegiatan olahraga berskala publik.
Ketidaktersediaan akses yang layak menambah keraguan terhadap kesiapan acara, jauh sebelum pembahasan detail anggaran selesai. Hal ini menjadi salah satu faktor teknis yang membuat rencana jauh dari kata siap.
Perbedaan narasi dan kekhawatiran publik
Pola komunikasi yang dianggap setengah-setengah memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh apa koordinasi antara Dispora dan Gubernur sebelum agenda ini diumumkan. Ketidaksesuaian informasi resmi dengan kondisi di lapangan menimbulkan kesan penanganan yang belum matang.
Langkah selanjutnya dan implikasi
Hingga berita ini diturunkan, pihak Biro Pemerintahan Setdaprov Sumut dan Gubernur belum dapat dikonfirmasi terkait status permohonan izin acara tersebut. Jika proses perizinan dan perbaikan infrastruktur tidak dipercepat, kemungkinan penyelenggaraan Spiongot Run 5K pada 2026 menjadi semakin kecil.
Kasus ini menyorot pentingnya koordinasi lintas birokrasi dan kesiapan infrastruktur sebelum mengumumkan program strategis daerah kepada publik. Publik dan pemangku kepentingan kini menunggu kejelasan anggaran dan izin sebagai penentu nasib agenda promosi wilayah selatan Sumut tersebut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ketua DPRK Aceh Tenggara Terobos Longsor Tanah Karo demi Hadiri Rapat
Ketua DPRK Aceh Tenggara, Dr. Denny Febrian Roza, menerobos longsor di Tanah Karo pada 26 Agustus agar tiba...
Maulid Akbar Lhoknga Dijadwalkan Awal November 2026
Forum Keuchik dan Pemkab Lhoknga mematangkan persiapan Maulid Akbar awal November 2026, diperkirakan dihadir...
Polisi Tangkap Dua Pemilik THM Dragon yang Jadi DPO di Yogyakarta
Tim Khusus Dit Narkoba Polda Sumut menangkap dua pemilik THM Dragon yang jadi DPO di Yogyakarta; keduanya di...
Dhody Thahir Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Surat Tanah di Deli Serdang
Warga Perumahan Pondok Alam lega setelah Polda Sumut menetapkan Anggota DPRD Dhody Thahir tersangka dalam ka...
Bapenda Medan Gelar Opsir PBB dan Apel Gabungan di Babura
Bapenda Medan bersama Kelurahan Babura menggelar apel dan Opsir PBB pada 26 Agustus untuk mempercepat peneri...
Sumut Usulkan Rp489 Miliar untuk Optimalkan 21 Daerah Irigasi
Pemprov Sumut usulkan Rp489 miliar untuk optimalkan 21 daerah irigasi agar lahan produktif bertambah 5.050 h...