Kemenko PMK Perkuat Budaya Tangguh Bencana lewat SPAB
Kemenko PMK memperkuat budaya tangguh bencana dengan memperluas program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program ini diterapkan secara berkelanjutan pada sepuluh sekolah berisiko di kawasan Sesar Opak menjelang peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta. Pernyataan disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial, Lilik Kurniawan, pada Rabu, 27 Mei 2026.
Sinergi lintas pihak untuk penguatan kebencanaan
Lilik mengatakan pemerintah mendorong sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, sektor swasta, masyarakat, dan para ahli kebencanaan. Tujuannya agar upaya mitigasi dan kesiapsiagaan terkoordinasi dan berkelanjutan di tingkat lokal.
"Jadi memang kami di Menko PMK berusaha untuk mensinergikan semua pihak. Tidak hanya pemerintah saja tetapi juga private sector, kemudian juga masyarakat sendiri dan juga para ahli,"
Tiga pilar utama SPAB
Dalam penerapan SPAB di setiap sekolah, pemerintah menekankan tiga aspek penting. Ketiga aspek itu menjadi prioritas untuk menurunkan risiko korban dan kerugian jika bencana terjadi.
- Penguatan fisik bangunan sekolah agar tahan terhadap guncangan.
- Manajemen risiko bencana yang mencakup rencana darurat dan struktur koordinasi di sekolah.
- Literasi dan edukasi kebencanaan untuk siswa dan tenaga pendidik.
Lilik menyebut modul kebencanaan kini terintegrasi dengan mata pelajaran lain di sekolah, seperti geografi, IPS, dan IPA. Integrasi ini dilakukan untuk membantu siswa memahami ancaman dan langkah penanganan secara lebih menyeluruh.
Simulasi sebagai inti kesiapsiagaan
Simulasi kebencanaan menjadi bagian krusial dari SPAB. Sekolah yang melaksanakan simulasi diwajibkan memiliki rencana darurat atau emergency plan. Hal ini penting karena respons awal sekolah menentukan keselamatan siswa sebelum bantuan tiba.
"Begitu sekolah mau melakukan simulasi, dia harus punya rencana untuk emergensi yang ada di sekolah. Tidak mungkin kita ada bencana kemudian dari pemerintah pusat langsung datang ke sana. Itu tempatnya cukup jauh, butuh waktu lama, padahal bencana itu datang cepat sekali,"
Peringatan 20 Tahun Gempa dan peran BMKG
Peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta 2006 juga diwarnai partisipasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Sleman. Kegiatan berlangsung di Monumen Episentrum Gempa Yogyakarta 2006, Dusun Potrobayan, Bantul, pada Sabtu, 23 Mei 2026.
"Memahami potensi gempa bumi dan dampaknya sangat krusial untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material. Gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti, namun pemahaman yang baik memungkinkan masyarakat untuk melakukan mitigasi, dan mengenali tanda bahaya,"
Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi publik, penguatan infrastruktur, dan latihan rutin di sekolah merupakan kombinasi yang diperlukan untuk memperkecil dampak bencana di masa depan.
Dengan fokus pada penguatan fisik, manajemen risiko, dan literasi, program SPAB diharapkan membangun kesiapsiagaan mandiri sekolah serta menumbuhkan budaya tangguh bencana di komunitas pendidikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Purbaya: Pemerintah Kecualikan Empat Negara dari Aturan DHE SDA
Purbaya menyebut empat negara dikecualikan dari kewajiban DHE SDA karena perjanjian bilateral dan investasi...
P2MI Gandeng Kemenkum dan Kemen PPPA Perkuat Perlindungan PMI
P2MI bekerja sama dengan Kemenkum dan Kemen PPPA untuk memperkuat perlindungan pekerja migran dari hulu samp...
PERSAGI: Standar Bahan Baku Kunci Keberhasilan Program MBG
PERSAGI minta BGN perkuat standar bahan baku MBG untuk memastikan kecukupan gizi bagi bumil, busui, balita,...
DPR Dukung Pelarangan Vape jika Disalahgunakan untuk Narkoba
DPR mendukung pelarangan vape jika produk itu digunakan sebagai pintu masuk narkoba; pemerintah minta pengaw...
PPATK: Perputaran Dana Judi Online Rp40,3 Triliun Triwulan I 2026
PPATK: perputaran dana judi online mencapai Rp40,3 triliun pada Triwulan I 2026; QRIS makin dominan dan modu...
Polri dan Kemnaker Selesaikan Sengketa PHK 134 Pekerja, Bayar Rp12,7 Miliar
Desk Ketenagakerjaan Polri dan Kemnaker menyelesaikan sengketa PHK 134 pekerja PT Amos Indah Indonesia denga...