Nusantara Centre Luncurkan Buku Soemitro Djojohadikusumo: Anti Penjajahan
Nusantara Centre meluncurkan buku Soemitro Djojohadikusumo: Anti Penjajahan pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Gedung RRI Pusat, Jakarta. Acara ini digelar menjelang peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dan mendapat dukungan dari Kantor Staf Presiden. Buku yang ditulis Agus Rizal dan Dedi Setiadi dimaksudkan untuk mengenalkan kembali pemikiran ekonomi dan kebangsaan Soemitro Djojohadikusumo kepada publik.
Suasana peluncuran dan peserta
Peluncuran dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah tokoh, akademisi, peneliti, dan peserta lainnya. Rangkaian acara menampilkan presentasi isi buku dan diskusi yang membahas relevansi gagasan Soemitro dalam konteks tantangan ekonomi saat ini. Penyelenggara menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peluncuran, tetapi juga ruang dialog dan pembelajaran.
Simposium: arah perekonomian dan kesejahteraan sosial
Selain peluncuran buku, acara dirangkaikan dengan simposium yang fokus pada perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial. Pembicara dalam simposium antara lain Dudung Abdurachman dan Yudhie Haryono. Diskusi diarahkan pada penataan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045 dan penempatan gagasan Soemitro dalam dinamika kebijakan ekonomi saat ini.
Tentang buku dan tujuannya
Buku karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi menelaah perjalanan pemikiran Soemitro, termasuk pandangannya soal kemandirian ekonomi dan strategi pembangunan. Tujuan utama penerbitan adalah memperluas pemahaman masyarakat tentang sejarah pemikiran ekonomi Indonesia dan menjangkau pembaca lintas generasi, terutama generasi muda. Penyajian materi dalam peluncuran menempatkan gagasan-gagasan tersebut ke dalam konteks tantangan pembangunan sekarang.
Pesan dan relevansi bagi publik
Peluncuran buku ini dianggap sebagai ruang refleksi menjelang peringatan kemerdekaan. Para penyelenggara menilai warisan pemikiran Soemitro tetap relevan untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Kegiatan juga diharapkan mendorong literasi sejarah ekonomi dan memicu diskusi kebijakan yang lebih luas di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan.
Langkah ke depan
Nusantara Centre menyatakan komitmen untuk terus memperluas akses terhadap karya-karya sejarah pemikiran ekonomi. Dengan hadirnya buku ini, diharapkan diskusi tentang arah perekonomian nasional dan pembangunan kesejahteraan sosial menjadi lebih kaya dan berlandaskan kajian historis. Ketersediaan buku juga membuka peluang bagi generasi muda untuk mempelajari sumber gagasan ekonomi nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
17 Ide Lomba Meriah untuk Rayakan Hari Kemerdekaan
17 ide lomba seru dan sederhana untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan RI, cocok untuk lingkungan, seko...
Makna Lagu 'Indonesia Raya': Semangat Kemerdekaan dan Persatuan
Lagu 'Indonesia Raya' karya Wage Rudolf Supratman mencerminkan semangat kemerdekaan, persatuan, dan pembangu...
Konduktor GBN Ungkap Tantangan Satukan Talenta 30 Provinsi
Vincent Wiguna sebut menyatukan talenta dari 30 provinsi jadi tantangan saat persiapan GBN untuk HUT Ke-81 R...
Komisi IX Mendorong MBG Fokus ke Kelompok Rentan
Komisi IX minta Program MBG diprioritaskan bagi ibu hamil, menyusui, dan anak rentan; usul rasionalisasi pen...
PMI Manufaktur Naik, Kebijakan HGBT & Relaksasi Impor Jadi Penopang
PMI Manufaktur Indonesia naik ke 50,2 pada Juli 2026; HGBT dan relaksasi bea impor bahan baku plastik disebu...
Menteri PPPA: Orang Tua Kunci Pendampingan Anak di Era Digital
Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan peran orang tua dalam mendampingi anak di era digital dan pentingnya pe...